MAKASSAR, UNHAS.TV - Migran Service Center Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai menyiapkan calon pekerja migran untuk memasuki pasar kerja Jepang.
Sebanyak delapan peserta mengikuti pelatihan bahasa Jepang batch pertama selama enam bulan. Pelatihan resmi dibuka di Gedung Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Jumat (21/8/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya Migran Center Unhas menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan kompetensi sebelum bekerja di luar negeri.
Wakil Rektor Bidang Usaha dan Pengelolaan Unhas, Prof Dr Amir Ilyas SH MH, mengatakan pelatihan batch pertama diharapkan menjadi awal pengembangan program Migran Center Unhas.
Program tersebut sekaligus membuka peluang bagi lulusan Unhas, termasuk dari Program Studi Sastra Jepang, untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang.
“Jepang membutuhkan tenaga kerja di beberapa aspek,” kata Amir dalam pembukaan pelatihan, Jumat (21/8/2026).
Menurut Amir, kemampuan bahasa saja tidak cukup. Peserta juga akan mempelajari budaya Jepang agar memiliki bekal untuk beradaptasi dengan kehidupan dan lingkungan kerja di negara tujuan. Pemahaman budaya menjadi bagian penting dari kesiapan calon pekerja migran sebelum mereka berangkat.
Ketua Migran Service Center Unhas, Dr Takdir Tahir, mengatakan unit tersebut berdiri sejak November 2025 di bawah Wakil Rektor Bidang Usaha dan Pengelolaan. Fokus utamanya menyiapkan tenaga kerja migran yang memiliki kompetensi sebelum memasuki pasar kerja global.

Migran Service Center Unhas menggelar pelatihan bahasa Jepang batch pertama selama enam bulan. Pelatihan resmi dibuka di Gedung Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Jumat (21/8/2026). (Unhas TV / Andi Rusbiandi)
Pada batch pertama, delapan peserta berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam. Dua peserta merupakan lulusan Fakultas Keperawatan Unhas, dua dari Fakultas Teknik, dan satu dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Peserta lainnya berasal dari SMK Keperawatan, SMK umum, serta Universitas Manado.
Selama enam bulan, mereka akan menjalani pelatihan bahasa Jepang sekaligus dipersiapkan menghadapi ujian kemampuan bahasa Jepang level N4 dan program Specified Skilled Worker atau SSW.
Kedua persyaratan tersebut menjadi bagian dari jalur yang diperlukan bagi calon pekerja asing yang hendak bekerja di Jepang.
Takdir mengatakan target Migran Center Unhas bukan sekadar meluluskan peserta dari pelatihan. Mereka diharapkan dapat memenuhi seluruh persyaratan dan segera masuk ke pasar kerja Jepang.
“Target kita di bulan Januari atau Februari 2027 mereka sudah bisa diberangkatkan,” ujar Takdir.
Rencana pemberangkatan akan dilakukan melalui Hadin Pro Manpower. Dengan demikian, pelatihan bahasa Jepang menjadi tahap awal dari rangkaian persiapan hingga penempatan peserta di Jepang.
Migran Center Unhas berharap program tersebut dapat terus berkembang setelah batch pertama. Ke depan, pusat layanan migran itu berencana membuka pelatihan keterampilan dan bahasa yang disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan lain.
Program ini menempatkan perguruan tinggi bukan hanya sebagai tempat pendidikan, tetapi juga sebagai salah satu pintu masuk bagi lulusan yang ingin memasuki pasar kerja global dengan bekal kompetensi yang lebih terukur.
(Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)
Migran Service Center Unhas menggelar pelatihan bahasa Jepang batch pertama selama enam bulan. Pelatihan resmi dibuka di Gedung Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Jumat (21/8/2026). (Unhas TV / Andi Rusbiandi)







-300x200.webp)
