News

Sulawesi Pos Pentas Padel 2026 Resmi Dimulai, 16 Tim Berebut Hadiah Rp100 Juta

PENTAS PADEL - Sulawesi Pos Pentas Padel 2026 resmi mulai digelar di Padel Haus, Makassar, Jumat (21/8/2026). Sebanyak 190 peserta dari 16 tim memperebutkan hadiah Rp100 juta sebagai juara. (Unhas TV / Wandi Nojeng)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Sulawesi Pos resmi menggelar Pentas Padel 2026 di Padel Haus, Jalan Veteran Utara, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/8/2026). 

Turnamen yang diikuti 190 peserta dari 16 tim itu menjadi ajang kompetisi sekaligus upaya memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan gaya hidup sehat di tengah meningkatnya popularitas olahraga padel.

Pertandingan berlangsung di enam lapangan dengan total hadiah Rp100 juta. Juara pertama akan membawa pulang Rp40 juta, finalis memperoleh Rp25 juta, sedangkan dua tim yang tersingkir di semifinal masing-masing mendapat Rp13 juta.

Direktur Utama PT Tiran Nusantara Group, Rahman Arif, mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari kontribusi media dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.



Sulawesi Pos Pentas Padel 2026 resmi mulai digelar di Padel Haus, Makassar, Jumat (21/8/2026). Sebanyak 190 peserta dari 16 tim memperebutkan hadiah Rp100 juta sebagai juara.


Menurut dia, media kini tak cukup hanya menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga perlu terlibat dalam kegiatan yang memberi dampak positif bagi masyarakat.

Rahman mengapresiasi penyelenggaraan turnamen oleh Sulawesi Pos yang baru berusia delapan bulan. Menurut dia, kegiatan olahraga tersebut menunjukkan transformasi peran media dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.

“Kehadiran turnamen ini menjadi bukti nyata transformasi peran media di era modern,” kata Rahman.

Ia mengatakan keterlibatan Sulawesi Pos sebagai bagian dari Tiran Group dalam olahraga padel diarahkan untuk membangun komunikasi, keakraban, dan semangat berkontribusi terhadap pembangunan olahraga daerah maupun nasional.

Menurut Rahman, perkembangan padel di Makassar membuka peluang terbentuknya komunitas olahraga sekaligus mendorong masyarakat lebih aktif bergerak.

Ia mengatakan kegiatan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, melainkan juga membangun relasi sosial dan menciptakan suasana yang sehat dan menyenangkan.

“Lebih dari sekadar menang atau kalah, yang paling utama adalah semangat kebersamaan, komunitas, dan be happy. Hati yang senang adalah obat,” ujarnya.

Rahman juga menyambut positif proyeksi padel menjadi salah satu cabang olahraga pada Pekan Olahraga Nasional atau PON 2028.

Menurut dia, semakin banyak kompetisi padel akan memperbesar peluang munculnya atlet potensial yang dapat dibina untuk menghadapi kejuaraan tingkat nasional.

“Dengan banyaknya kegiatan seperti ini pasti ada bibit-bibit yang dikembangkan,” kata Rahman.

Ia berharap kompetisi berkelanjutan dapat meningkatkan peluang Sulawesi Selatan meraih prestasi, termasuk medali di PON.



Sulawesi Pos Pentas Padel 2026 resmi mulai digelar di Padel Haus, Makassar, Jumat (21/8/2026). Sebanyak 190 peserta dari 16 tim memperebutkan hadiah Rp100 juta sebagai juara.


Salah seorang peserta, Della Novita, mengatakan persaingan dalam turnamen berlangsung cukup ketat. Ia dan timnya telah melakukan persiapan sebelum mengikuti pertandingan.

“Alhamdulillah tadi sudah main satu kali dan berjalan lancar. Permainannya bagus-bagus. Kami sudah latihan dari kemarin. Semoga bisa menjadi juara dari hasil latihan sebelum bertanding,” kata Della.

Direktur Utama Sulawesi Pos Sukriansyah S Latief menyatakan kegiatan ini dilangsungkan untuk terus mendorong seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga padel.

Selain olahraga dan gaya hidup, kata Sukriansyah, Sulawesi Pos juga merencanakan kegiatan yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pendidikan, serta pemangku kepentingan di bidang pertanian.

Melalui Pentas Padel 2026, penyelenggara berharap kompetisi tak hanya menjadi arena perebutan gelar, tetapi juga ruang untuk memperluas komunitas, menumbuhkan sportivitas, dan menemukan talenta baru yang kelak dapat membawa nama Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.

(Wandi Nojeng / Unhas TV)