BEIJING, UNHAS.TV - Ledakan gas yang terjadi di satu kawasan tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China, mengakibatkan 90 pekerja tambang tewas tanpa sempat tertolong. Ini adalah jumlah korban terbanyak pada kasus kecelakaan tambang selama 10 tahun di negeri itu.
Jumlah korban kemungkinan masih bertambah karena sebelum ledakan, hampir 250 orang berada di lorong bawah tanah. Dari angka itu, sebanyak 123 orang berhasil dievakuasi dan segera di bawah ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Tim penyelamat menghabiskan waktu hampir 20 jam untuk bisa untuk bisa menyingkirkan sisa-sisa ledakan, itu pun masih banyak sisa puing yang belum diangkut.
Presiden China Xi Jinping telah memerintahkan aparat setempat untuk melakukan segala hal demi penyelamatan pekerja. Ia juga memerintahkan aparat untuk melakukan penyelidikan mengenai kelayakan keamanan pada proses penambangan.
Tambang batu bara tersebut dikelola oleh perusahaan Shanzi Tongzhou Group Liushenyu. Pihak pemerintah menegaskan telah menahan pimpinan dan petugas yang bertanggung jawab pada pengelolaan tambang itu. Pemerintah juga masih menyelidiki penyebab ledakan gas.
Deretan kasus kecelakaan tambang di China cukup panjang, setidaknya bila dihitung dari tahun 2000-an. Jumlah korbannya sudah lebih dari 100 orang. Satu kasus, misalnya, pada 2023, sebanyak 53 pekerja tewas akibat ambruknya lorong tambang
atu bara merupakan bahan baku energi paling penting di China dan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara itu hingga memosisikan China sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Walau China sudah berusaha mengupayakan energi hijau untuk menopang sendi-sendi kehidupan warganya, namun kebutuhan batu bara masih sangat besar, terutama ketika pasokan bahan bakar minyak dari Timur Tengah terganggu akibat perang.
Provinsi Shanxi merupakan wilayah tambang yang sangat luas dan seperempat kebutuha batu bara di negeri itu berasal dari Provinsi Shanxi.(*)
LEDAKAN - Ledakan gas di wilayah tambang batu bara China menewaskan 90 pekerja. Sumber: tangkapan layar @China_Eng








