UNHAS.TV - Presiden FIFA Gianni Infantino telah memanggil sejumlah pimpinan senior badan pengatur sepak bola dunia untuk bertemu di Maroko, Rabu ini, setelah Infantino terus dihujai kritikan keras atas rencananya menjual hal komersial sejumlah kegiatan FIFA.
Beberapa yang dipanggil rapat dadakan itu antara lain, Kepala Pengembangan Sepakbola Global FIFA "The Professor" Arsene Wenger, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom, dan Presiden Asosiasi Sepakbola Yordania Pangeran Ali.
Mereka yang dipanggil ini terus menyatakan penentangan mereka terhadap proyek FIFA Forward Enterprise yang digagas oleh Infantino, meski kemudian proyek tersebut dibatalkan.
Infantino, yang telah berada di Maroko selama sepekan terakhir, mengadakan pertemuan eksekutif di Rabat, Maroko, saat ia mencoba menemukan jalan keluar atas kritikan tersebut.
Mantan pelatih klub sepakbola Arsenal, Arsene Wenger mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui FIFA bahwa pembatalan rencana tersebut "benar-benar diperlukan dan tidak perlu dipertanyakan lagi".
Arsene Wenger menyebut bahwa ia justru baru mengetahui proyekk FIFA Forward Enterprise itu dari media. Penentangannya atas proyek ini muncul dari kekhawatiran atas transparansi keuangan serta potensi swasta bisa mengendalikan sejumlah program FIFA, termasuk perhelatan Piala Dunia.
Adapun Grafstrom menegaskan penentangannya melalui surat elektronik ke FIFA yang berisi kekecewaaannya dan menyebut tindakan itu sebagai "serangkaian peristiwa yang menyedihkan dan tercela".
Pangeran Ali juga menuduh FIFA menciptakan situasi yang "sama dengan pemerasan" terkait uang hadiah yang belum dibayarkan dan dukungan untuk pemilihan kembali Infantino.
Carlos Cordeiro - penasihat senior Infantino untuk strategi dan tata kelola global - adalah satu-satunya pejabat FIFA yang mengundurkan diri karena skandal tersebut, dengan mengatakan bahwa proposal itu adalah "kesepakatan buruk untuk sepak bola" dan akan "menggadaikan masa depan sepak bola".
Apa Itu FFE?
FIFA Forward Enterprise (FFE) adalah usulan anak perusahaan komersial yang diajukan FIFA (di bawah kendali Presiden Gianni Infantino) pada akhir Juli 2026. Tujuannya adalah mengonsolidasikan hak komersial dan operasional kompetisi milik FIFA untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan yang kemudian dialokasikan ke program pengembangan sepak bola.
Usulan ini menimbulkan kontroversi dan penolakan kuat dari beberapa konfederasi (termasuk UEFA) serta sejumlah pihak karena kekhawatiran soal transparansi, keterlibatan investor swasta, dan potensi dampak terhadap kendali atas kompetisi.
Pada 31 Juli 2026, Infantino secara resmi menarik proposal tersebut. Ia menyatakan bahwa proyek itu telah menciptakan perpecahan yang tidak lagi sejalan dengan tujuan awal, yaitu menyatukan dan memajukan sepak bola. Proposal akhirnya tidak dilanjutkan.(*)
Rencana Gianni Infantino untuk memprivatisasi Piala Dunia menuai banyak kecaman. (The Sun)








