
Rusdi Mardan - Direktur Utama PT Hadin Metavisi Akademika Terpilih - Periode 2026-2030. (Dok Unhas TV)
Setelah stabilisasi, Rusdi ingin mengubah HADIN menjadi holding company ekosistem kampus. Ia menyebut pasar internal Unhas sebagai captive market.
Jumlahnya sekitar 60 ribu orang sivitas akademika, terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, keluarga, dan jejaring alumni. Pasar sebesar itu, menurut dia, belum dikelola secara optimal.
Rusdi memandang generasi muda kampus sebagai konsumen digital. Mereka hidup di telepon seluler, terbiasa dengan aplikasi, pembayaran digital, pesan antar, dan program loyalitas. Karena itu, HADIN perlu membangun platform digital terpadu. Bukan aplikasi kecil yang berdiri sendiri-sendiri, tetapi super app yang menghubungkan unit-unit usaha HADIN.
Dalam desain Rusdi, Hadinmart dapat menjadi pintu masuk. Mahasiswa dan sivitas akademika bisa memesan kebutuhan harian melalui mobile ordering.
Layanan itu terintegrasi dengan GoTo, Grab, Maxim, atau mitra pengantaran lain. Pembayaran dibuat digital. Riwayat transaksi tercatat. Pelanggan memperoleh poin. Dari sana, HADIN membangun membership dan loyalty system.
Ia membuat simulasi sederhana. Jika sepertiga dari captive market Unhas, sekitar 20 ribu orang, bertransaksi Rp300 ribu per bulan, tambahan pendapatan dapat mencapai Rp6 miliar per bulan.
Dalam setahun, angka itu menjadi Rp72 miliar. Simulasi itu memang optimistis. Namun Rusdi berpendapat target harus dibuat tinggi agar organisasi terdorong menemukan jalan.
Agar pasar internal mau bertransaksi di HADIN, insentif harus jelas. Mahasiswa dapat diberi diskon, poin belanja, akses acara, layanan antar gratis, atau hadiah berkala.
Semakin tinggi transaksi, semakin besar manfaat yang diterima. Rusdi ingin membuat belanja di ekosistem HADIN bukan sekadar kewajiban moral, melainkan pengalaman yang praktis dan menguntungkan.
Di sisi lain, manajemen membutuhkan dashboard. Pemegang saham, komisaris, dan direksi harus dapat melihat kinerja unit usaha secara real time.
Pendapatan, laba, transaksi digital, retensi pelanggan, dan kontribusi bisnis baru harus terukur. Rusdi ingin keputusan bisnis tidak lagi menunggu laporan panjang yang datang terlambat.
Lakukan Monetisasi Aset Universitas
>> Baca Selanjutnya

-300x172.webp)





