UNHAS.TV - Sejumlah daerah di Pulau Sumatera, khususnya di bagian barat dan utara mulai basah oleh curah hujan pada hari ini, Senin (31/8/2026). Daerah-daerah di Provinsi Sumatera Barat seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Padang, serta Kota Bukittinggi mulai diterpa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Adapun daerah seperti di Pulau Jawa, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian Papua masih dterpa musim kemarau ekstrem.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, daerah-daerah tersebut berada dalam wilayah dengan curah hujan paling rendah yakni antara 0 hingga 50 mm karena sedang berada di titik puncak musim kemarau.
Dari data BMKG disebutkan bahwa musim kemarau di wilayah Sulawesi Selatan diperkirakan terjadi hingga sekitar akhir November 2026 dengan puncaknya pada akhir Agustus dan bulan September.
Pada saat itu, sekitar 64,5 persen wilayah di Sulsel diperkirakan lebih kering dari normal dan sekitar 58 persen memiliki masa lebih panjang dari normal. Pulau Sulawesi termasuk wilayah dengan durasi beragam antara 6 hingga 28 dasarian atau 50 hingga 280 hari.
Iklim yang lebih kering dan cenderung lebih lama ini dipengaruhi oleh fenomena alam El Nino yang dampaknya masih akan terasa di beberapa wilayah hingga awal 2027. Warga dan pemerintah diimbau untuk mengantisipasi kekeringan, ketersediaan air, dan potensi kebakaran.(*)








