BANTAENG, UNHAS.TV – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Desa Bonto Salluang 1 melaksanakan program kerja bertajuk Sosialisasi Pengolahan Data Curah Hujan untuk Mendukung Adaptasi Perubahan Iklim di Kantor Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (4/8/2026).
Program yang diinisiasi oleh Nadya Wisafitri, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Unhas, bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan data curah hujan sebagai dasar perencanaan pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta mitigasi bencana.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendukung peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui pemanfaatan data yang lebih akurat dan terukur.
Dalam kegiatan tersebut, peserta yang hadir terdiri atas Kepala Desa, perangkat desa, kepala dusun, dan perwakilan masyarakat.
Mereka diperkenalkan mengenai konsep dasar curah hujan, cara membaca intensitas hujan, teknik pengambilan data melalui platform Climate Engine, pengolahan data historis, hingga penyusunan proyeksi curah hujan menggunakan Microsoft Excel.
Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pemerintah desa dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh buku panduan, basis data curah hujan historis selama 20 tahun, serta file Microsoft Excel yang telah dilengkapi tabel proyeksi curah hujan sehingga dapat digunakan kembali secara mandiri.
Melalui pendampingan tersebut, masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki perangkat yang dapat dimanfaatkan dalam pengolahan data secara berkelanjutan.
Nadya Wisafitri menjelaskan bahwa pemanfaatan data curah hujan masih belum banyak digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di tingkat desa. Menurutnya, data tersebut memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor pembangunan, terutama pertanian dan mitigasi bencana.
"Melalui sosialisasi ini kami ingin menunjukkan bahwa data curah hujan dapat dimanfaatkan sebagai dasar menentukan waktu tanam, mengelola kebutuhan air, mengantisipasi bencana, serta mendukung penyusunan program pembangunan desa yang lebih tepat sasaran," jelasnya.
Kepala Desa Bonto Salluang, Marsuki SSos mengapresiasi pelaksanaan program kerja yang dibawa mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin.
Menurutnya, edukasi mengenai pengolahan data curah hujan memberikan manfaat besar bagi pemerintah desa dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
"Program ini sangat bermanfaat untuk mengetahui potensi dan intensitas curah hujan. Data tersebut dapat menjadi referensi dalam penyusunan program pemerintah desa, khususnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana longsor dan banjir. Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat Desa Bonto Salluang," ujarnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa berharap masyarakat dan pemerintah Desa Bonto Salluang mampu memanfaatkan data curah hujan secara mandiri sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mendukung perencanaan pembangunan desa yang berkelanjutan.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
CURAH HUJAN - Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Unhas Posko Desa Bonto Salluang 1 melakukan Sosialisasi Pengolahan Data Curah Hujan untuk Mendukung Adaptasi Perubahan Iklim di Kantor Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (4/8/2026). (Dok KKN-T Unhas)








