Karir
Pendidikan

Tiga Dekade Mengabdi, Prof Sumbangan Baja Genggam Erat 3 Nilai Utama Demi Marwah Universitas

Sekretaris Unhas Prof Ir Sumbangan Baja MPhil PhD itu menerima Satyalancana Karya Satya 30 Tahun, tanda kehormatan negara bagi ASN saat Upacara Hardiknas, di lapangan PKM Unhas, Sabtu (2/5/2026). (Unhas TV/Amina Rahma Ahmad)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pagi di Lapangan Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Hasanuddin (PKM Unhas), Sabtu (2/5/2026), berlangsung lebih khidmat dari biasanya.

Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 bukan hanya menjadi ruang seremoni, melainkan juga panggung penghormatan bagi para aparatur sipil negara yang telah menempuh jalan panjang pengabdian.

Di antara mereka, berdiri Sekretaris Universitas Hasanuddin Prof Ir Sumbangan Baja MPhil PhD itu menerima Satyalancana Karya Satya 30 Tahun, tanda kehormatan negara bagi ASN yang telah mengabdi selama tiga dekade dengan kesetiaan, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan.

Bagi Prof Sumbangan, penghargaan tersebut bukan sekadar pin yang disematkan di dada. Ia memaknainya sebagai pengingat atas perjalanan panjang yang harus dijalani dengan keteguhan dan tanggung jawab.

Tiga puluh tahun bukan waktu yang singkat. Di dalamnya ada ruang kelas, penelitian, pengabdian, keputusan kelembagaan, serta dinamika kampus yang menuntut kejernihan sikap.

Guru Besar Fakultas Pertanian Unhas itu menyebut ada tiga nilai utama yang selama ini ia genggam dalam menjalani tugas sebagai akademisi sekaligus ASN.

Nilai pertama adalah keteguhan hati. Bagi dia, keteguhan diperlukan untuk bekerja serius, menjaga marwah universitas, serta memastikan pengajaran dan pengabdian kepada civitas akademika tetap berjalan dengan baik.

“Nilai yang selama ini saya genggam itu ada tiga. Nilai yang pertama itu keteguhan hati, untuk bekerja secara serius, dan juga keteguhan hati dalam menjaga marwah universitas,” kata Prof SB --sapaan akrabnya, seusai menerima penghargaan.

Nilai kedua adalah integritas. Sumbangan menilai integritas menjadi fondasi penting bagi seorang ASN dan dosen. Dalam kehidupan kampus, integritas diperlukan agar setiap keputusan diambil secara jernih, adil, dan berorientasi pada peningkatan kualitas.

“Sebagai seorang ASN, sebagai dosen, harus jernih melihat suasana di kampus dan juga dalam rangka meningkatkan kualitas setiap saat,” ujar pria kelahiran Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara ini.

Adapun nilai ketiga adalah kemampuan berpikir ke depan. Ia menyebutnya sebagai cara pandang visioner.

Menurut Prof SB, seorang akademisi tidak cukup hanya bekerja untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga harus memikirkan pengembangan universitas, pengembangan diri, dan kualitas generasi yang akan datang.

Upacara Hardiknas 2026 di Unhas pun menjadi penanda bahwa pengabdian dalam dunia pendidikan tidak selalu hadir dalam bentuk yang gegap gempita. Kadang, ia tumbuh pelan melalui konsistensi, disiplin, dan kesetiaan menjaga nilai.

Bagi Prof Sumbangan Baja, tiga dekade pengabdian adalah perjalanan untuk terus menjaga marwah Unhas, memperkuat integritas akademik, dan menatap masa depan pendidikan tinggi dengan pikiran yang lebih jauh.

(Amina Rahma Ahmad / Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)