Breaking News

Tim DVI Identifikasi Tiga Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung

Tim DVI berhasil identifikasi 3 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Sabtu (24/1/2026). (dok Basarnas)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengidentifikasi satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Korban keempat yang berhasil diidentifikasi dari pesawat dengan nomor registrasi PK-THT milik maskapai Indonesia Air Transport (AIT) itu bernama Esther Aprilita Binarsit Sianipar (26), seorang pramugari.

Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris mengatakan identifikasi dilakukan berdasarkan kecocokan data sidik jari, properti, dan ciri medis dengan data antemortem keluarga korban.

“Telah menerima satu kantong jenazah dengan nomor PM.62B.04, teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis, cocok dengan nomor antemortem 002 atas nama Esther Aprilita Binarsit Sianipar,” ujar Muhammad Haris saat konferensi pers di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, Jumat (23/1/2026).

Korban diketahui beralamat di Perum Bukit Ranca Maya Nomor 1 Blok E2, Desa Cihiran, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dengan hasil tersebut, hingga saat ini tim DVI telah mengidentifikasi tiga korban dari kecelakaan pesawat nahas tersebut.

Selain Esther Aprilita, dua korban lain yang telah teridentifikasi sebelumnya adalah Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat, serta Deden Maulana, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Muhammad Haris menjelaskan, proses identifikasi dilakukan oleh tim DVI gabungan yang terdiri atas Biddokkes Polda Sulsel, DVI Pusdokkes Polri, Inafis Polda Sulsel, Pusident Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

“Proses identifikasi terus kami lakukan secara profesional dan hati-hati sesuai prosedur,” katanya.

Sementara itu, Tim SAR Gabungan pada Jumat berhasil mengevakuasi tujuh paket kantong korban dari lokasi kejadian melalui jalur udara, setelah cuaca dinyatakan memungkinkan.

Seluruh Korban Telah Dievakuasi 

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan evakuasi didukung oleh kemampuan pesawat serta profesionalisme seluruh kru yang terlibat.

Tujuh paket tersebut terdiri atas enam kantong jenazah dan satu kantong body part, yang kemudian diterbangkan ke Lanud Hasanuddin dan dibawa menggunakan ambulans ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk proses identifikasi lanjutan.

Dengan tambahan tersebut, total paket yang diterima tim DVI menjadi 11 paket, terdiri atas 10 kantong jenazah dan satu kantong body part. Dari jumlah itu, tiga korban telah teridentifikasi, sementara tujuh korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Mohammad Syafii berharap seluruh hasil identifikasi dapat segera diumumkan guna memberikan kepastian kepada keluarga korban. Ia memastikan bahwa tujuh kantong yang dievakuasi pada hari ini berisi jenazah utuh.

Pesawat ATR 42-500 PK-THT diketahui membawa 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang, dan mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Bulusaraung pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup, namun tetap dibuka kemungkinan evakuasi lanjutan apabila ditemukan bagian tubuh korban atau serpihan pesawat di kemudian hari.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)