FAKFAK, UNHAS.TV - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan pemetaan spasial komoditas pala Tomandin premium di kawasan transmigrasi Weri–Saharey, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Kegiatan ini bertujuan mendukung digitalisasi data perkebunan, meningkatkan kualitas pengelolaan komoditas, serta memperluas akses pasar bagi petani pala setempat.
Program yang merupakan bagian dari Tema 8 Ekspedisi Patriot 2026 tentang Digitalisasi ini dipimpin dosen Unhas, Muhammad Junaid, S.P., M.P., Ph.D. Tim melakukan pendataan terhadap 50 petani pala yang menjadi sasaran awal pengembangan sistem digital komoditas unggulan kawasan tersebut.
Pala Tomandin Fakfak merupakan salah satu komoditas unggulan Papua Barat yang telah memperoleh perlindungan Indikasi Geografis (IG). Namun, informasi mengenai lokasi kebun, identitas petani, dan kualitas hasil produksi selama ini belum terdokumentasi secara spasial dan terintegrasi dalam sistem digital.
Melalui kegiatan tersebut, tim Unhas memetakan titik koordinat kebun pala sekaligus mengumpulkan informasi mengenai mutu biji pala. Seluruh data kemudian dimasukkan ke dalam platform digital bernama DiGiFarm Agro-Maritime Commodity Hub.
Muhammad Junaid menjelaskan bahwa pemetaan ini menjadi langkah awal untuk membangun basis data komoditas pala yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan produksi, pengembangan usaha, dan perluasan jaringan pemasaran.

DASHBOARD DIGITAL — Laman Pemetaan Lahan DiGiFarm Agromaritim Hub menampilkan kebun petani Weri–Saharey lengkap dengan luas lahan dan kelas mutu (AA, A, B)
Pelaksanaan kegiatan menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan infrastruktur di kawasan Weri–Saharey yang berjarak sekitar empat jam perjalanan darat dari pusat Kota Fakfak.
Ketersediaan listrik di kawasan tersebut masih terbatas, sementara jaringan internet belum menjangkau seluruh wilayah perkebunan. Kondisi geografis yang berbukit dan tutupan pepohonan yang rapat turut menjadi tantangan dalam proses pemetaan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim menggunakan perangkat listrik portabel (portable power station) dan perangkat koneksi internet yang memungkinkan pengiriman data secara langsung dari lokasi perkebunan ke sistem digital.
Dengan dukungan perangkat tersebut, proses pendataan dan pemetaan spasial dapat dilakukan meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi.
Selain pemetaan kebun, program Ekspedisi Patriot Unhas juga diarahkan pada penguatan kapasitas petani dan kelembagaan ekonomi masyarakat.
Sejumlah kegiatan yang direncanakan meliputi pelatihan kader digital komoditas, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) panen dan pascapanen pala, serta penguatan koperasi dan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) sebagai lembaga pengelola komoditas.
Program ini juga mencakup pengembangan basis data produksi dan harga, pemetaan potensi perikanan, serta uji coba penggunaan dasbor digital untuk pencatatan stok, mutu produk, transaksi, dan akses pasar.
Melalui sistem tersebut, informasi mengenai komoditas pala diharapkan dapat diakses secara lebih luas oleh pemerintah, pelaku usaha, dan calon pembeli. Digitalisasi juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi informasi harga dan memperkuat posisi tawar petani dalam rantai perdagangan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kajian Ekspedisi Patriot 2025 yang mengidentifikasi sejumlah tantangan pengembangan ekonomi di kawasan Weri–Saharey, antara lain keterbatasan jalan, listrik, internet, fasilitas penyimpanan, serta akses pemasaran.
Hasil kajian tersebut juga menunjukkan bahwa pemasaran hasil perkebunan masih dilakukan secara tradisional, dengan ketergantungan petani terhadap pedagang pengumpul dan terbatasnya pengolahan pascapanen.
Karena itu, pengembangan platform digital akan didorong melalui penguatan kelembagaan ekonomi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan infrastruktur agar manfaat program dapat berkelanjutan.

Pelatihan DiGifarm Agromaritim Hub dilakukan untuk meningkatkan kapasitas petani pala Weri Saharey
Tim Ekspedisi Patriot Unhas menargetkan sejumlah luaran, antara lain prototipe DiGiFarm Commodity Hub, modul pelatihan digital, SOP kelembagaan ekonomi, dan model pengembangan yang dapat direplikasi di kawasan transmigrasi pesisir lainnya.
Pemetaan terhadap 50 petani menjadi tahap awal pengembangan basis data yang diharapkan dapat diperluas secara bertahap. Pembaruan data produksi, kualitas komoditas, dan informasi pasar juga menjadi bagian penting untuk memastikan sistem tetap relevan dengan kebutuhan petani.
Melalui program ini, Unhas diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi berbasis teknologi digital, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan Papua Barat.
Tim Ekspedisi Patriot 20 sedang menelusuri hutan belantara Papua Barat. (Dok Ekspedisi Patriot)


-300x125.webp)
_6-300x201.webp)

-300x194.webp)

