TOBELO, UNHAS.TV - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari Basarnas Ternate terus melakukan evakuasi terhadap sekitar 20 pendaki yang terjebak akibat erupsi mendadak Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026).
Menurut informasi yang beredar, erupsi Gunung Dukono yang aktif secara terus-menerus ini menyebabkan sejumlah pendaki terdampak material vulkanik. Data sementara menyebutkan:15 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat (meski sebagian mengalami luka-luka); dua orang WNA asal Singapura (Sahnaz dan Timo) dilaporkan meninggal dunia; dan 1 hingga 3 orang masih dalam status belum ditemukan atau proses pencarian lanjutan.
Kepala Desa Mamuya melaporkan kejadian tersebut dan meminta bantuan evakuasi segera. Tim SAR harus menempuh perjalanan darat sekitar 45 kilometer dilanjutkan pendakian sekitar 7 kilometer menuju lokasi kejadian di kawasan Gunung Dukono, Desa Mamuya, Kecamatan Galela. Jalur evakuasi disebut cukup berat mengingat medan yang sulit dan aktivitas gunung yang masih berpotensi erupsi susulan.
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang hampir terus erupsi sejak 1933. Erupsi kali ini kembali menimbulkan kepanikan di kalangan pendaki, mirip dengan beberapa insiden sebelumnya di mana pendaki sempat berlarian menghindari semburan abu dan material vulkanik.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tidak mendekati kawasan Gunung Dukono dalam radius aman yang telah ditentukan. Aktivitas pendakian tanpa izin dan panduan lokal berisiko tinggi karena sifat gunung yang mudah meletus secara tiba-tiba. Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung. (*)

-300x169.webp)






