Mahasiswa

Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini di Kelurahan Salo, KKN Literasi Unhas Gelar Kunjungan Sudut Baca

MINAT BACA - Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Gelombang 116 di Kelurahan Salo Kabupaten Pinrang menggelar program kerja "Kunjungan Literasi Sudut Baca", Kamis (16/7/2026). (Dok KKN tematik literasi)

PINRANG, UNHAS.TV – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Kabupaten Pinrang Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Kelurahan Salo menggelar program kerja "Kunjungan Literasi Sudut Baca", Kamis (16/7/2026).

Kegiatan edukatif ini dipusatkan di Taman Baca Masyarakat (TBM) Masjid Nurul Ilmi, Kelurahan Salo, Kabupaten Pinrang.

Dimulai pukul 08.30 hingga 11.00 WITA, kegiatan ini melibatkan 30 murid yang merupakan perwakilan dari dua sekolah, yakni UPT SDN 213 Pinrang dan UPT SDN 244 Pinrang.

Kehadiran anak-anak tersebut disambut dengan rangkaian acara interaktif berupa metode Membaca Nyaring (read aloud) dan berbagai gim (games) edukatif yang seru. 

Fokus utama dari buku bacaan yang dipilih dalam literasi ini adalah pengenalan lingkungan hidup. Seluruh peserta tampak mengikuti kegiatan dengan antusiasme tinggi dan semangat yang membara.

Para murid diajarkan secara spesifik mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam serta cara membedakan jenis-jenis sampah, meliputi sampah organik, anorganik, hingga Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). 



MINAT BACA - Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Gelombang 116 di Kelurahan Salo Kabupaten Pinrang menggelar program kerja "Kunjungan Literasi Sudut Baca", Kamis (16/7/2026). (Dok KKN tematik literasi)


Koordinator Kelurahan (Korkel) KKN Tematik Literasi Kelurahan Salo, M. Idham Khalik, menyatakan bahwa program ini dirancang sebagai langkah nyata mahasiswa untuk mendekatkan anak-anak dengan dunia literasi sekaligus isu lingkungan.

"Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk menumbuhkan minat baca anak-anak sejak dini, sekaligus sebagai sarana pengembangan pengetahuan mereka agar lebih cinta terhadap lingkungan sekitar," ujar Idham, Kamis (16/7/2026).

Melalui Kunjungan Literasi ini, terselip harapan besar agar kesadaran untuk menjaga lingkungan—seperti membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan memilahnya dengan benar—dapat tertanam kuat dalam karakter anak-anak tersebut hingga mereka dewasa. (*)