Pendidikan

Undang Pakar Bioteknologi, Farmasi Unhas Dorong Inovasi Vaksin Nasional

VAKSIN - Pakar bioteknologi dan vaksin, DR Apon Zainal Mustopa di Fakultas Farmasi Unhas. Foto: Unhas TV

MAKASSAR, UNHAS.TV - Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah umum bertema "Pemanfaatan Protein Rekobinan dalam Bidang Bioteknologi Kesehatan di aula lantai dua Fakultas Farmasi Unhas, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan menghadirkan peneliti dan pakar bioteknologi DR Apon Zaenal Mustopa MSi yang membahas perkembangan teknologi protein rekombinan sebagai salah satu terobosan penting dalam dunia kesehatan modern.

Dalam pemaparannnya, DR Apon menjelaskan bahwa protein rekombinan merupakan protein yang dihasilkan melalui teknologi rekayasa ggenetika dengan memanfaatkan mikroorganisme atau sel tertentu sebagai media produksi.

Teknologi ini telah banyak digunakan dalam industri kesehatan untuk memproduksi vaksin, hormon, antibodi terapeutik serta berbagai produksi farmasi yang memiliki tingkat keamanan dan efektivitas tinggi.

Selama kuliah umum berlangsung, peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi kesehatan tampak antusias mengikuti materi dan sesi diskusi.

Mereka mendapatkan gambaran mengenai proses pengembangan vaksin mulai dari tahap desain, produksi, hingga karakteristik produk, serta peluang pengembangan vaksin dan obat berbasis sumber daya dan kebutuhan nasional.

"Kami menyampaikan tentang pengembangan vaksin, bagaimana kita membuat vaksin dari membuat awal sampai menjadi vaksin siap pakai. Salah satu cara untuk pengembangan vaksin adalah pakai ROMA. Jadi kita desain awal bagaimana kita membuat vaksin khas Indonesia yang nanti akan digunakan untuk di Indonesia dan di negara muslim," kata Dr Apon Zaenal Mustpa MSi.

Melalui kuliah umum ini, DR Apon berharap melalui kuliah umum ini mahasiswa dapat meningkatkan kapasitas akademik di bidang bioteknologi kesehatan yang diharapkan menjadi wadah untuk mendorong lahirnya inovasi yang memberi sumbangsih bagi kemajuan dunia kesehatan dan farmasi di Indonesia.(*)

Zahra Tsabitha Sucheng (UNHAS TV)