MAKASSAR, UNHAS.TV - Pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan tidak ada bentuk kekerasan yang menimpa mahasiswa mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) angkatan 2026 sebagaimana yang marak bergaung di media sosial sepekan ini.
Dari penelusuran pimpinan Fakultas MIPA, Senin (7/9/2026), ditemukan fakta bahwa dugaan kekerasan fisik (push up, bentakan, dan intimidasi serta ancaman akademik) sebagaimana disebutkan di sosial media merupakan peristiwa yang dialami oleh mahasiswa angkatan 2025. Peristiwa diduga terjadi antara rentang waktu September 2025 sampai dengan Maret 2026.
Meskipun peristiwa itu berlangsung sudah lama, namun pihak FMIPA berkomitmen menangani kasus ini secara serius. Dekan Fakultas MIPA telah membentuk tim untuk menelusuri peristiwa itu, dan mengambil tindakan yang dibutuhkan sesuai aturan berlaku. Jika terbukti, para pelaku akan dikenakan sanksi sesuai aturan di lingkup Unhas.
Kasus ini juga dalam penanganan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unhas. Telah ada laporan yang masuk dari mahasiswa yang menjadi korban. Atas alasan penanganan kasus, identitas para terlapor akan diumumkan setelah proses klarifikasi.
"Kami menghimbau untuk seluruh mahasiswa Unhas, baik mahasiswa lama maupun mahasiswa baru angkatan 2026 untuk segera melapor ke Satgas PPK Unhas atau ke bagian akademik dan kemahasiswaan fakultas masing-masing jika menerima perlakuan kekerasan di lingkungan kampus," demikian penegasan Kepala Subdirektorat Humas dan Dokumentasi Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin Ishaq Rahman kepada media.
Dia menambahkan, Unhas tidak menolerir segala bentuk kekerasan di lingkup kampus. Setiap pelaku kekerasan akan diberikan sanksi tegas. Tidak ada kompromi untuk praktik-praktik seperti ini. Rektor Unhas memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini dan menginstruksikan untuk segera melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas sesuai aturan.(*)
Ilustrasi mahasiswa alami perundungan di kampus. Ilustrasi: X @Grok








