News

Unhas Siapkan InTechSEA Awards 2026 di Jakarta, Gandeng Kementerian ESDM

undefined

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual (DIKI) akan menggelar Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2026, sebuah ajang penghargaan nasional yang mengapresiasi inovasi teknologi di bidang sosial dan lingkungan.

Malam penganugerahan direncanakan berlangsung di salah satu hotel berbintang di Jakarta sebagai bagian dari upaya mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas dalam mendorong inovasi berkelanjutan.

Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D., mengatakan InTechSEA 2026 merupakan platform kolaboratif yang menghubungkan inovasi teknologi dengan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

"Sebenarnya, pelaksanaan InTechSEA sudah berskala nasional sejak tahun 2025 lalu. Namun, gaungnya masih perlu diperluas agar semakin banyak perusahaan di luar sana yang mengetahui ajang penghargaan ini. Oleh karena itu, tahun ini kami laksanakan di Jakarta agar dapat menjangkau para pengambil kebijakan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan nasional secara lebih masif," ujarnya di Makassar, Rabu (29/7/2026).

"Harapannya, InTechSEA semakin menjadi salah satu referensi nasional dalam memberikan apresiasi terhadap inovasi sosial, lingkungan, dan teknologi," lanjutnya.

Menurut Citra, penyelenggaraan kegiatan ini akan dikelola oleh PT Hadin Media Nusantara (Unhas TV) bersama sejumlah mitra strategis. Salah satu kolaborasi yang tengah dibangun adalah dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna memperkuat substansi penghargaan, khususnya pada sektor energi dan sumber daya mineral.

Sebagai bagian dari penjajakan kerja sama tersebut, Komisaris Utama PT Hadin Metavisi Akademika, Dr. Eka Sastra, pada Senin (27/7/2026) telah bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, untuk membahas rencana penyelenggaraan InTechSEA Awards 2026.

Dalam pertemuan itu, Kementerian ESDM menyambut positif rencana penyelenggaraan penghargaan tersebut dan mengusulkan penambahan kategori baru, yakni Hilirisasi Pertambangan. Usulan ini dinilai sangat selaras dengan visi InTechSEA dalam mengapresiasi berbagai inovasi yang mendukung peningkatan nilai tambah sumber daya mineral di Indonesia.

"Kami menyambut baik masukan dari Kementerian ESDM. Penambahan kategori Hilirisasi Pertambangan menunjukkan bahwa InTechSEA terus berkembang mengikuti kebutuhan pembangunan nasional. Kami berharap kolaborasi ini dapat menghadirkan penghargaan yang semakin relevan dan berdampak," kata Asmi.

Citra menjelaskan, penyelenggaraan InTechSEA 2026 merupakan kelanjutan dari kesuksesan InTechSEA 2025 yang digelar di Unhas Hotel and Convention, Makassar. Pada penyelenggaraan perdana tersebut, ajang ini berhasil menarik 156 peserta dari kementerian, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta, hingga organisasi non-profit dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejumlah perusahaan nasional terkemuka turut berpartisipasi pada InTechSEA 2025, di antaranya PT PLN (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional RU III Plaju, PT Vale Indonesia Tbk, PT Hengjaya Mineralindo, PT Ranger Nickel Industry, PT Henjaya Nickel Industry, PT Oracle Nickel Industry, Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd.

Selain nama-nama tersebut, tercatat pula PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo, hingga Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

Keberhasilan penyelenggaraan perdana tersebut menjadi modal penting bagi Unhas untuk meningkatkan skala InTechSEA pada tahun ini dengan menghadirkan malam penganugerahan di Jakarta.

"InTechSEA kami harapkan menjadi agenda tahunan yang semakin kuat. Kami ingin menjadikan Unhas sebagai simpul kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan," ujar Citra.



InTechSEA 2026 mengusung tema "Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future". Program ini ditujukan bagi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta nasional maupun multinasional, lembaga filantropi, organisasi non-profit, komunitas inovator, serta perguruan tinggi yang memiliki program berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

Kategori penghargaan meliputi CSR dan Pemberdayaan Masyarakat, Kebencanaan dan Resiliensi Iklim, Environment, Keanekaragaman Hayati, serta CSR International Awards untuk peserta dengan capaian berstandar global.

Menindaklanjuti masukan dari Kementerian ESDM, panitia juga turut menyertakan kategori Hilirisasi Pertambangan, sehingga penghargaan ini semakin relevan dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional.

Pendaftaran peserta dibuka hingga 10 Agustus 2026, dilanjutkan dengan seleksi administrasi dan substansi, presentasi finalis pada 18–21 Agustus 2026, sebelum malam penganugerahan yang dijadwalkan pada 14 September 2026. Informasi lengkap mengenai pendaftaran dan ketentuan peserta dapat diakses melalui intechsea.id.