UNHAS.TV - Jepang dikenal sebagai negara dengan kebijakan sosial yang progresif dan sistem pendidikan yang inovatif. Salah satu program yang menarik perhatian adalah konsep makan siang bergizi gratis di sekolah, yang telah diterapkan di banyak daerah di Jepang sejak era Meiji, lebih dari 100 tahun yang lalu. Di tengah perbincangan mengenai efektivitas kebijakan sosial di berbagai negara, program makan siang di sekolah-sekolah Jepang justru menjadi contoh keberhasilan dalam meningkatkan kesehatan dan kebiasaan makan anak-anak. Sementara di lain pihak, beberapa kalangan menilai bahwa meskipun program ini gratis, tetap ada kontribusi dari orang tua demi keberlangsungan program. Lalu, bagaimana sebenarnya sistem makan siang ini bekerja? Apakah benar-benar gratis sepenuhnya, atau ada peran masyarakat dalam menjalankannya. Dosen Sastra Jepang FIB Universitas Hasanuddin, Meta Sekar Puji Astuti SS MA PhD yang pernah tinggal di Jepang selama sekira delapan tahun, memberikan wawasan mendalam mengenai keberhasilan program ini. Yuk kita simak percakapan dengan Sensei Meta --demikian sapaannya, terkait program makan bergizi gratis yang diterapkan di Jepang.
Unhas Speak Up
Unhas Speak Up: Makan Siang Bergizi Gratis di Jepang, Bagaimana Penerapannya di Indonesia?
Baca Artikel Terkait :
Unhas Speak Up
Laut yang Tercemar, Ketika Ancaman Mikroplastik Menyusup ke Meja Makan Kita
by Arif Fuddin Usman
13 Oktober, 2025
Unhas Speak Up
Dari Makassar hingga Nepal: Kekuatan Media Sosial Menggerakkan Revolusi
by Arif Fuddin Usman
05 Oktober, 2025
Unhas Speak Up
Inovasi Limbah Unggas: Cangkang Telur sebagai Solusi Kalsium bagi Sapi Perah
by Arif Fuddin Usman
26 Maret, 2025
Unhas Speak Up
Makan Siang Bergizi Gratis di Jepang, Konsep yang Bisa Diadopsi Indonesia
by Arif Fuddin Usman
08 Februari, 2025
Baca Artikel Lainnya :
Unhas Daily
Video: Cari Tempat Tenang Belajar? Perpustakaan Kedokteran Solusinya
by Arif Fuddin Usman
02 Oktober, 2024
Unhas Daily
Video: Telkomsel Siapkan Kartu Digital By U Khusus Bagi Mahasiswa Unhas
by Arif Fuddin Usman
18 September, 2024
Unhas Figure
Senyum yang Kembali: Perjalanan Prof. Ruslin dari Tentara ke Bedah Mulut
by Unhas TV
08 Februari, 2025








