MIAMI, UNHAS.TV - Skotlandia berada di tepi jurang tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah telak 0-3 dari Brasil di stadion kandang Miami Dolphins, Miami, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026) dinihari.
Dua gol Vinicius Junior dan satu gol Matheus Cunha membuat Skotlandia harus menunggu hasil pertandingan grup lain untuk mengetahui nasib mereka dalam perebutan tiket fase gugur lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Pertandingan itu berlangsung dalam atmosfer seperti karnaval Brasil. Ribuan pendukung berbaju kuning memenuhi tribune dan bernyanyi sepanjang laga.
Sedangkan kehadiran Tartan Army, kelompok suporter Skotlandia yang dikenal riuh dan bersahabat, tetap memberi warna.
Namun malam itu milik Brasil. Para legenda seperti Ronaldo, Ronaldinho, Rivaldo, Roberto Carlos, Cafu, dan Kaka ikut menyaksikan dari tribune. David Beckham juga terlihat hadir.
Brasil, di bawah Carlo Ancelotti, memastikan langkah ke babak gugur. Permainan mereka belum sepenuhnya mengingatkan pada generasi emas Samba yang eksplosif dan memukau.
Namun kemenangan ini cukup menunjukkan bahwa Brasil tetap tim yang berbahaya. Mereka efisien, sabar, dan mampu menghukum setiap kesalahan lawan.
Skotlandia di bawah asuhan Steve Clarke sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Mereka tampak tenang, berusaha menjaga bentuk permainan, dan tidak langsung tertekan menghadapi juara dunia lima kali itu.
Clarke menurunkan komposisi yang relatif berani. Pilihan tersebut seolah menjawab harapan publik Skotlandia agar tim tidak hanya bertahan.
Namun rencana itu runtuh pada menit ketujuh. Scott McKenna membuat kesalahan fatal di area sendiri. Alih-alih membuang bola, ia mencoba mengirim umpan mendatar melintasi kotak penalti.
Sentuhannya terlalu berat. Rayan, pemain sayap Brasil, merebut bola dan mengarahkannya kepada Vinicius Junior.
Penyerang Real Madrid itu dengan mudah melewati Angus Gunn dengan sentuhan pertama, lalu menceploskan bola ke gawang kosong.
Gol cepat tersebut mengubah arah pertandingan. Brasil semakin nyaman menguasai bola. Skotlandia dipaksa mengejar, tetapi tidak memiliki cukup ketenangan untuk membangun serangan.
Pada menit ke-23, Skotlandia nyaris kebobolan lagi setelah Vinicius merebut bola dari Jack Hendry dan mencetak gol. Namun VAR membatalkannya karena Vinicius dinilai lebih dulu melakukan pelanggaran.
Keputusan itu menjadi napas tambahan bagi Skotlandia. Setelah jeda hidrasi --karena udara sangat panas, mereka sempat menemukan ruang, terutama di sisi kiri pertahanan Brasil.
Tetapi masalah utama mereka tetap sama, sulit mempertahankan bola dan nyaris tidak memiliki produk akhir. Lawrence Shankland bekerja keras di lini depan, tetapi minim suplai.
Kesalahan Kedua oleh Robertson
>> Baca Selanjutnya
DUA GOL - Vinicius Junior mencetak 2 gol lawan Skotlandia sehingga total empat 4 di Piala Dunia 2026. (Screenshot The Sun)






-300x178.webp)

