Pendidikan
Sosial

Wamen P2MI Dzulfiqar Tawalla Kunjungi Migran Center Unhas, Bahas SMK Go Global

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfiqar Ahmad Tawalla berkunjung ke kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Jumat (21/8/2026). (Unhas TV / Andi Rusbiandi)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfiqar Ahmad Tawalla berkunjung ke kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Jumat (21/8/2026).

Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan calon pekerja migran Indonesia yang kompeten dan terlindungi, terutama melalui program SMK Go Global.

Dzulfiqar tiba di lingkungan Unhas dan disambut Wakil Rektor Bidang Usaha dan Pengelolaan Unhas, Prof Dr Amir Ilyas SH MH, di Holding PT Hadin.

Sebelum meninjau sejumlah fasilitas, keduanya berdiskusi mengenai penguatan peran Migran Service Center Unhas dalam menyiapkan calon pekerja migran yang hendak memasuki pasar kerja luar negeri.

Salah satu agenda pembahasan adalah kesiapan pelaksanaan bisnis model SMK Go Global. Program tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses lulusan sekolah menengah kejuruan terhadap peluang kerja global.

Untuk Sulawesi Selatan, pemerintah menargetkan 850 peserta mengikuti program tersebut. Dzulfiqar berharap Migran Service Center Unhas dapat mengambil peran penting dalam pelaksanaan program, mulai dari tahap pelatihan hingga penempatan peserta.

“Kami berharap Migran Center Unhas menjadi bagian penting bagi kesuksesan program SMK Go Global ini dan seluruh peserta pelatihan dapat ditempatkan pada tahun 2026 ini,” kata Dzulfiqar.

Usai berdiskusi, Dzulfiqar bersama rombongan meninjau langsung pelatihan bahasa Jepang yang diselenggarakan Migran Service Center Unhas. Para peserta dibekali kemampuan bahasa sebagai salah satu modal sebelum bekerja di luar negeri.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari skema persiapan calon pekerja migran agar tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memahami kebutuhan dasar untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja di negara tujuan.

Dzulfiqar mengatakan fasilitas Migran Center Unhas telah cukup lengkap untuk mendukung program tersebut. Ia menilai kapasitas Unhas dapat diperkuat oleh jaringan universitas yang tersebar luas.

Selain Migran Service Center, rombongan meninjau lantai dua Holding Hadin dan melihat aktivitas Unhas TV, salah satu anak perusahaan PT Hadin Metavisi Akademika.

Menurut Dzulfiqar, keberadaan PT Hadin juga memiliki arti strategis bagi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Ia mengingat kembali keterlibatan PT Hadin dalam Indonesia-Europe Business Forum di Amsterdam, Belanda, pada 2025. “Jaringan Unhas tersebar luas. Sehingga diharapkan turut mendorong,” ujar Dzulfiqar.

Jaringan tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk memperluas informasi mengenai peluang kerja di luar negeri sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai mekanisme keberangkatan yang aman dan prosedural.

Pemerintah juga berupaya menekan keberangkatan pekerja migran melalui jalur nonprosedural. Salah satu caranya melalui Gerakan Nasional Migran Aman dan penyebarluasan informasi mengenai prosedur bekerja di luar negeri.

Menurut Dzulfiqar, perluasan akses kerja harus berjalan beriringan dengan perlindungan. Keinginan masyarakat memperoleh pekerjaan secara cepat, kata dia, perlu diimbangi kepastian mengenai proses perekrutan, penempatan, dan perlindungan pekerja.

Kunjungan ke Unhas itu pun menempatkan Migran Center sebagai salah satu simpul yang diharapkan mampu menghubungkan pendidikan, pelatihan, dunia usaha, dan kebutuhan pasar kerja internasional.

Bagi pemerintah, jalur tersebut menjadi penting agar peluang bekerja di luar negeri tidak berujung pada keberangkatan tanpa prosedur dan perlindungan yang memadai.

(Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)