Pendidikan

Waspada, Tanda Tangan Palsu Rektor Unhas Beredar Luas

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pihak Direktorat Komunikasi/Sekretariat Rektor Unhas mengimbau kepada seluruh sivitas akademika Unhas serta pihak lainnya untuk lebih waspada jika menerima surat resmi bertanda tangan digital yang menimbulkan kesan meragukan. 

Imbauan itu dikeluarkan setelah ditemukan sejumlah upaya penipuan dengan modus penyalahgunaan tanda tangan digital pimpinan Unhas. "Perlu kami sampaikan bahwa setiap surat resmi yang diterbitkan di Universitas Hasanuddin melalui proses verifikasi berjenjang. Setiap pejabat memiliki level kewenangan untuk menandatangani surat resmi, sesuai keperluan atau peruntukannya," kata Kepala Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Direktorat Komunikasi/Sekretariat Rektor Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman.

Menurutnya, pihak Unhas sangat serius menanggapi upaya penipuan itu karena ini dapat merugikan banyak pihak, khususnya dari Unhas. "Pastikan setiap surat tesmi yang diterima harus valid dan asli. Laporkan jika menemukan surat mencurigakan," ujarnya.

Demi memastikan keaslian dokumen surat yang ditandatangani secara digital (QR code) yang tertera di surat, penerima surat diimbau melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan teliti.

Upaya yang bisa dilakukan yakni memindai (scan tanda tangan digital atau QR code) lalu memeriksa apakah informasi yang tampil sama dengan informasi surat (nomor surat, tanggal, perihal, pejabat penandatangan.

Jika informasi yang tampil berbeda dengan informasi pada surat yang diterima, maka dapat dipastikan surat tersebut palsu. Langkah lainnya yakni mengunggah (upload) file surat ke https://verification.peruri.co.id untuk memastikan apakah tanda tangan digitalnya valid.

"Periksa keaslian surat dengan cara memeriksa QR Code atau memverifikasi ke portal Peruri. Segera menghubungi pihak kampus (Departemen, Fakultas, atau Rektorat melalui Unit Layanan Terpadu) untuk memeriksa keabsahan surat," imbaunya.(*)