Sport

Yamal Cetak Gol Perdana, Spanyol Hancurkan Saudi dan Panaskan Perebutan Piala Dunia 2026

GOL YAMAL - Winger Lamine Yamal merayakan gol pembuka Spanyol atas Saudi Arabia yang berakhir dengan skor 4-0, Senin (22/6/2026) dini hari. (Screenshot The Sun)

ATLANTA, UNHAS.TV - Spanyol menjawab keraguan dengan cara paling tegas. Setelah tertahan tanpa gol oleh Cape Verde pada laga pembuka, juara Eropa itu menghancurkan Arab Saudi 4-0 dalam pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 di Atlanta, Senin (22/6/2026) dini hari.

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan La Roja menjadi 33 pertandingan. Termasuk dari laga babak kualifikasi. 

Dan Lamine Yamal membuka pesta gol Spanyol pada menit ke-10. Mikel Oyarzabal kemudian mencetak dua gol dalam rentang tiga menit untuk membawa Spanyol unggul jauh sebelum pertandingan berusia setengah jam.

Marc Cucurella menambah gol keempat pada awal babak kedua lewat tembakan keras yang sempat mengenai Hassan Al Tambakti sebelum masuk ke gawang.

Pelatih Luis de la Fuente sebelumnya menyebut para pemainnya “tersengat” setelah hasil mengecewakan melawan Cape Verde. Gelandang Martin Zubimendi bahkan mengatakan skuad Spanyol merasa sedih.

Namun kemarahan dan kekecewaan itu justru menjadi bahan bakar. Sejak peluit awal, Spanyol tampil agresif, cepat, dan nyaris tak memberi Arab Saudi ruang bernapas.

Yamal, yang sempat diragukan tampil sejak awal karena masih dalam pemulihan cedera hamstring sejak April, langsung menjadi pusat ancaman. Baru 40 detik berjalan, pemain 18 tahun itu sudah menusuk dari sisi kanan, mengecoh lawan, dan mengirim umpan silang berbahaya.

Gol pertamanya di panggung Piala Dunia lahir dari serangan yang rapi. Oyarzabal mengirim bola mendatar tajam ke depan gawang. Yamal menyambar di tiang jauh.

Penyelesaiannya sederhana, tetapi proses serangannya menunjukkan wajah asli Spanyol: sabar membangun, cepat menusuk, dan mematikan ketika celah terbuka.

Oyarzabal juga menebus kritik pada laga sebelumnya. Penyerang Real Sociedad itu sempat disorot karena nyaris tak menyentuh bola dalam 30 menit awal melawan Cape Verde. Kali ini ia mencatat dua gol dan satu assist hanya dalam 24 menit.

Gol kedua Spanyol berawal dari kemelut sepak pojok. Bola jatuh ke Dani Olmo, yang melepaskan tembakan tidak sempurna.



GOL KEDUA - Mikel Oyarzabal menggandakan keunggulan Spanyol atas Saudi Arabia yang berakhir dengan skor 4-0, Senin (22/6/2026) dini hari. (Csreenshot The Sun)


Barisan belakang Arab Saudi sempat memblok, tetapi Aymeric Laporte cepat menyundul bola ke arah Oyarzabal. Sang penyerang lalu mendorong bola masuk dari jarak dekat.

Tak lama kemudian, Oyarzabal kembali mencetak gol. Pedro Porro mengirim bola ke tiang jauh. Cucurella menahan bola untuk Olmo, yang menanduknya ke area berbahaya. Oyarzabal berada di posisi tepat untuk menyelesaikan peluang menjadi gol ketiga.

Arab Saudi terlihat kewalahan. Mereka kesulitan keluar dari tekanan, bahkan sebelum jeda pendinginan yang terasa janggal karena pertandingan berlangsung di stadion berpendingin udara.

Kesalahan hampir membuat mereka kebobolan lagi ketika kiper Mohammed Al Owais mencoba memainkan bola pendek ke sisi kanan, tetapi justru mengarah ke Oyarzabal. Upaya luar kaki sang penyerang hanya membentur mistar.

Memasuki babak kedua, Spanyol menurunkan tempo. Yamal dan Oyarzabal bahkan sudah ditarik saat jeda, tanda De la Fuente merasa pertandingan telah aman.

Meski begitu, dominasi tetap berada di tangan La Roja. Mereka menguasai bola, memaksa Arab Saudi bertahan dalam blok rendah, dan menjaga permainan tetap jauh dari area berbahaya.

Gol keempat datang dari Cucurella. Bek yang kini membela Real Madrid itu melepaskan tembakan keras dari sisi jauh.

Al Owais sempat menepis, tetapi bola memantul ke tubuh Al Tambakti dan masuk ke gawang sendiri. Ferran Torres sempat mencetak gol tambahan, namun dianulir.

Kemenangan ini menjadi penanda penting bagi Spanyol. Hasil imbang melawan Cape Verde sempat membuka pertanyaan tentang ketajaman dan kesiapan mereka sebagai salah satu favorit juara. Di Atlanta, pertanyaan itu dijawab dengan 45 menit pertama yang nyaris sempurna.

Spanyol kini mengalihkan fokus ke laga terakhir grup melawan Uruguay. Dengan rekor 33 pertandingan tanpa kalah dan Yamal yang mulai mencetak gol di Piala Dunia, La Roja kembali memberi peringatan kepada para pesaing: mereka belum kehilangan taring. (*)