
TEKEL TELAT - Gelandang Spanyol Gavi melakukan tekel telat ke arah Rodri dalam sesi latihan, Minggu (7/6/2026). (Screenshot The Sun)
Spanyol datang dengan status juara Eropa. Mereka berupaya menjadi tim nasional keempat yang memegang gelar Piala Eropa dan Piala Dunia pada saat bersamaan. Sebelumnya, capaian itu pernah dibuat Jerman Barat, Prancis, dan Spanyol sendiri.
Namun rekam jejak Spanyol di Piala Dunia tidak sepenuhnya mulus. Gelar 2010 masih menjadi satu-satunya keberhasilan mereka melaju lebih jauh dari perempat final dalam 14 penampilan terakhir di turnamen tersebut.
Dalam dua edisi terakhir, 2018 dan 2022, Spanyol hanya menang sekali dari enam pertandingan, empat kali seri, dan sekali kalah.
Selain soal kebugaran, perhatian tertuju pada dinamika latihan setelah beredar rekaman Gavi melakukan tekel terlambat kepada Rodri pada Minggu (7/6/2026).
Rodri mendarat dengan posisi kurang baik setelah pergelangan kakinya terinjak. Insiden itu memunculkan kritik terhadap gaya bermain agresif gelandang Barcelona tersebut.
De la Fuente menolak anggapan ada konflik. “Ini sepak bola, ini latihan. Para pemain memberikan segalanya dan tidak ada yang harus meminta maaf. Semuanya sempurna,” katanya.
Ia tetap membela Gavi. “Gavi punya energi, dorongan, dan itu salah satu keutamaannya. Ia harus mengatur energi, tapi saya menginginkan Gavi ini di tim saya.”
Staf pelatih kini menyeimbangkan manajemen cedera, latihan taktik, dan harmoni ruang ganti. Ketersediaan Yamal, Williams, dan Munoz akan menentukan wajah serangan Spanyol saat membuka perjalanan di Grup H.
Bagi De la Fuente, laga pertama menjadi ujian awal untuk membuktikan bahwa rencana pemulihan dan kerangka permainan berjalan seirama di tengah ekspektasi tinggi publik Spanyol terhadap generasi barunya yang sedang naik cepat. (*)








