MAKASSAR, UNHAS.TV - Sebanyak 190 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengikuti pembekalan khusus sebelum menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 di Kabupaten Pinrang.
Pembekalan itu berlangsung di Ruang Maksilla, Aula Lantai 3 Fakultas Kedokteran Gigi, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini menyiapkan mahasiswa agar mampu mengenali potensi wilayah, membaca kebutuhan masyarakat, serta menyusun program kerja yang sesuai dengan kondisi daerah penempatan. Mahasiswa juga mendapat arahan teknis sebelum turun ke lokasi pengabdian.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pinrang, Drs H Abdul Rahman Mahmud MSi hadir memberikan materi.
Ia mewakili Bupati Pinrang dalam pembekalan tersebut. Abdul Rahman meminta mahasiswa tidak hanya membawa program yang telah disusun dari kampus, tetapi juga menguji kembali program itu di lapangan.
Menurut dia, analisis wilayah menjadi langkah pertama yang harus dilakukan mahasiswa ketika tiba di lokasi KKN. Analisis itu penting agar program tidak berhenti sebagai rencana administratif, melainkan menjawab masalah yang benar-benar dihadapi warga.
“Yang paling penting pertama dilakukan adalah menganalisa potensi wilayah daerah tersebut. Meskipun kita sudah punya program, tetapi perlu dianalisa kembali supaya ada kesesuaian data,” kata Abdul Rahman dalam pembekalan.
Ia mengatakan pelaksanaan KKN selama dua bulan harus memberi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka miliki.
Namun, penerapan ilmu itu perlu menyesuaikan karakter masyarakat setempat. Setiap desa atau kelurahan memiliki kondisi sosial, ekonomi, dan ekosistem yang berbeda.
Abdul Rahman juga menekankan pentingnya kolaborasi. Menurut dia, KKN tematik tidak bisa berjalan sendiri. Mahasiswa perlu bekerja bersama pemerintah daerah, aparat kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan unsur warga lainnya.
Dengan cara itu, program KKN dapat masuk dalam sistem pembangunan daerah. “Ketika ada program yang bisa kita sinergikan, kita tarik. Sepanjang sesuai dengan perencanaan awal, insya Allah kita berikan dukungan penuh,” ujarnya.
Pembekalan khusus ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami peran mereka sebagai agen pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa diminta tidak hanya datang untuk menjalankan agenda kampus, tetapi juga membantu mencari solusi atas persoalan yang ditemukan di lapangan.
Program kerja yang akan disusun diharapkan berbasis data, potensi lokal, dan kebutuhan warga. Pemerintah Kabupaten Pinrang membuka peluang sinergi sepanjang program tersebut sejalan dengan rencana pembangunan daerah dan dapat didukung melalui skema yang tersedia.
Dalam arahannya, Abdul Rahman menyebut mahasiswa perlu mengeksplorasi kemampuan akademik mereka. Ia berharap pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang mudah dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan pembekalan ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas diharapkan lebih siap menghadapi kondisi lapangan. Mereka diminta memahami wilayah, membangun komunikasi, dan merancang program yang tepat sasaran.
Pemerintah daerah berharap kehadiran mahasiswa memberi dampak nyata bagi pembangunan Kabupaten Pinrang selama masa pengabdian.
(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)
Sebanyak 190 mahasiswa Unhas mengikuti pembekalan program KKN Gelombang 116 untuk Kabupaten Pinrang di Aula Maksilla FKG Unhas, Selasa (23/6/2026). (Unhas TV /Zahra Tsabita Sucheng)








