Sosial
Sulsel

Bandara Sultan Hasanuddin Layani 45 Kloter Haji 2026, Siapkan Layanan Mekarut, Apa Itu?

General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Ruly Artha. (Dok Parepos)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Menjelang musim haji 2026, pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar memastikan seluruh kesiapan layanan jemaah calon haji telah dirampungkan.

Tahun 2026 ini, bandara tersebut mendapat amanah baru yakni menerapkan layanan Makkah Route atau Mekarut, skema yang memungkinkan proses pemeriksaan dokumen dan imigrasi Arab Saudi dilakukan di Indonesia sebelum jemaah berangkat.

Layanan itu menjadi salah satu pembeda utama penyelenggaraan haji tahun ini di Makassar. Dengan skema tersebut, jemaah tidak lagi harus menjalani proses pemeriksaan imigrasi saat tiba di Arab Saudi.

Pemeriksaan paspor dan dokumen perjalanan diselesaikan lebih awal di Bandara Hasanuddin, sehingga alur kedatangan di Jeddah atau Madinah diharapkan menjadi lebih ringkas.

General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan seluruh fasilitas untuk mendukung pelaksanaan layanan tersebut telah disiapkan.

Ia menyebut Makassar menjadi salah satu bandara yang mulai menerapkan Mekarut setelah sebelumnya dijalankan di tiga bandara besar lain, yakni Surabaya, Cengkareng, dan Solo.

“Semua prosesnya sudah terpenuhi, dan pada 2026 kami mendapat amanah untuk implementasi Mekarut," kata Ruly di Bandara Sultan Hasanuddin, Selasa (21/4/2026).

"Ini bagian dari kemudahan bagi calon jemaah haji agar ketika tiba di Jeddah atau Madinah mereka tidak lagi melakukan pengecapan paspor, karena seluruh proses itu sudah diselesaikan di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Rully, alur layanan dimulai sejak jemaah berangkat dari Asrama Haji menuju bandara menggunakan bus. Setibanya di bandara, mereka diarahkan masuk ke ruang holding yang dibagi dalam beberapa tahap.

Tahap pertama adalah ruang holding Indonesia, lalu dilanjutkan ke ruang pemeriksaan imigrasi Arab Saudi untuk proses pengecapan paspor. Setelah itu, jemaah dipindahkan ke ruang tunggu berikutnya sebelum naik ke pesawat.

Skema itu, kata Ruly, dirancang untuk membuat pergerakan jemaah lebih tertib sekaligus mengurangi beban pemeriksaan saat tiba di negara tujuan.

Pola pelayanan seperti ini dinilai penting, terutama bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan proses perjalanan lebih sederhana dan tidak melelahkan.

Pada musim haji tahun ini, sebanyak 45 kelompok terbang atau kloter akan diberangkatkan melalui Bandara Hasanuddin. Jumlah itu membuat kesiapan operasional menjadi aspek penting, bukan hanya pada sisi fasilitas, tetapi juga koordinasi antarlembaga yang terlibat dalam pelayanan haji.

Dengan penerapan Mekarut, pengelola bandara berharap proses keberangkatan jemaah calon haji dari Embarkasi Makassar berlangsung lebih cepat, mudah, dan nyaman.

Di tengah tingginya mobilitas jemaah, inovasi layanan itu menjadi taruhan utama agar penyelenggaraan haji 2026 berjalan lebih efisien sejak dari titik keberangkatan. 

(Wandi Nojeng / Unhas TV)