MAKASSAR, UNHAS.TV — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Dr Arif Satria SP MSi mengatakan kekuatan inovasi akan menentukan daya tahan ekonomi Indonesia pada masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Prof Arif Satria dalam program BRIN Goes to Campus di Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theatre itu dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, peneliti, dan sivitas akademika Unhas.
Forum tersebut menjadi ruang pertemuan antara kampus dan BRIN untuk membicarakan penguatan ekosistem riset, hilirisasi pengetahuan, serta peluang kolaborasi riset yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
Kehadiran Prof Arif Satria disambut antusias oleh peserta. Sejak awal kegiatan, forum diarahkan untuk mempertemukan gagasan akademik dengan agenda riset nasional.
BRIN menempatkan kampus sebagai salah satu simpul utama penciptaan pengetahuan, sementara Unhas menawarkan kapasitas riset dan jaringan keilmuan di kawasan timur Indonesia.
“Intinya, kolaborasi BRIN dengan Unhas itu harus kita perkuat. Perguruan tinggi harus bersama-sama dengan BRIN untuk memperkuat inovasi kita. Karena kekuatan inovasi ini akan menjadi kekuatan ekonomi kita ke depan,” ujarnya.
Menurut Prof Arif, kampus memiliki posisi penting dalam membangun fondasi inovasi nasional. Mahasiswa, dosen, dan peneliti tidak cukup hanya menghasilkan temuan akademik.
Riset, kata dia, harus bergerak lebih jauh, menjadi solusi atas masalah pembangunan, kebutuhan industri, dan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.
Ia menilai Unhas memiliki modal yang baik untuk memperkuat kolaborasi itu. Prof Arif menyebut Kampus Merah telah memiliki lima kolaborasi riset dengan nilai mencapai Rp 24 miliar.
Capaian tersebut, menurut dia, menunjukkan kemampuan perguruan tinggi dalam mengelola kerja sama riset berskala besar.
“Unhas sudah sangat bagus karena punya lima kolaborasi riset, nilainya sampai 24 miliar. Itu saya kira capaian perguruan tinggi yang sangat bagus sekali,” ujar mantan Rektor IPB University itu.
Namun, Ia mengingatkan kerja sama riset tidak boleh berhenti pada angka pendanaan. Ia mendorong peningkatan kualitas riset dan perluasan tema-tema penelitian baru.
Para peneliti, kata dia, perlu lebih sering berdialog dengan pengguna hasil riset, pelaku industri, dan masyarakat agar topik penelitian tidak lepas dari kebutuhan nyata.
“Kita berharap ke depan jumlahnya harus dinaikkan lagi, dari sisi kualitasnya juga. Banyak isu yang harus diselesaikan berkaitan dengan riset-riset terbaru,” katanya.
Dalam kuliah umum itu, Arif juga menekankan pentingnya hilirisasi. Ia mengatakan temuan akademik tidak semestinya berhenti di laboratorium atau laporan penelitian.
Hasil riset harus dapat diterjemahkan menjadi teknologi, kebijakan, produk, atau layanan yang memberi nilai ekonomi dan dampak sosial.
Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, menyambut kunjungan BRIN sebagai momentum memperluas kerja sama. Ia mengatakan kehadiran Kepala BRIN membuka ruang bagi kampus untuk menyusun rencana riset yang lebih terarah.
Prof Jamaluddin juga menyinggung rencana pembentukan kerja sama riset dan inovasi serta BRIONIC sebagai pusat kolaborasi riset.
“Alhamdulillah hari ini saya merasa bangga, berbahagia, dan tentu bersyukur karena Bapak Kepala BRIN telah menyambungkan begitu banyak ide dan rencana ke depan. Kuncinya adalah optimis untuk Indonesia maju dari hasil riset anak bangsa,” ujar Prof Jamaluddin.
Selain kuliah umum, kegiatan ini menjadi forum tanya jawab mengenai tantangan riset di Indonesia. Peserta membahas kebutuhan sumber daya manusia unggul, pemanfaatan teknologi, serta pentingnya inovasi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga dapat dipakai oleh masyarakat.
Kuliah umum tersebut dimoderatori Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Prof. Suhman Hamzah.
Melalui forum itu, Unhas dan BRIN berharap kerja sama riset tidak sekadar menghasilkan publikasi, melainkan juga mempercepat pemanfaatan pengetahuan untuk pembangunan, industri, dan pelayanan publik. (*)
(Zahra Tsabita Sucheng / Unhas TV)
KULIAH UMUM - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Dr Arif Satria SP MSi berfoto bersama usai membawakan kuliah umum dalam program BRIN Goes to Campus di Arsjad Rasjid LT, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (8/6/2026). (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)








