Polhum
Terkini

Dampak Serangan Houthi ke Riyadh, Puluhan Jemaah Umrah Batal Berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin



Mahesa Nusantara Citra - Branch Communication And CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin. (Unhas TV / Wandi Nojeng)


Branch Communication and CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Mahesa Nusantara Citra, mengatakan penerbangan Malaysia Airlines nomor MH846 dari Makassar menuju Kuala Lumpur tetap berjalan sesuai jadwal.

Namun, penerbangan lanjutan dengan nomor penerbangan MH158 dari Kuala Lumpur menuju Madinah mengalami pembatalan.

“Penerbangan yang dibatalkan adalah rute Kuala Lumpur–Madinah. Pembatalan ini berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Bandara King Khalid di Riyadh. Sementara penerbangan dari Makassar menuju Kuala Lumpur masih beroperasi sesuai jadwal,” ujar Mahesa.

Menurut Mahesa, total penumpang yang terdampak mencapai 83 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 orang merupakan calon jemaah umrah yang keberangkatannya dibatalkan, sementara 30 lainnya merupakan penumpang reguler.

Ia menjelaskan, penanganan calon jemaah umrah menjadi tanggung jawab pihak maskapai bersama agen perjalanan yang menangani keberangkatan.

Berdasarkan koordinasi yang dilakukan, agen perjalanan yang bekerja sama dalam penerbangan tersebut adalah PT MMB sebagai mitra Malaysia Airlines.

Pembatalan penerbangan ini terjadi setelah adanya gangguan keamanan terkait peristiwa di Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi.



BATAL BERANGKAT - Sebanyak 53 calon jemaah umrah asal Sulawesi Selatan menunggu kepastian keberangkatan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Senin (12/10/2026). Hal itu terjadi setelah penerbangan lanjutan Kuala Lumpur–Madinah dibatalkan akibat situasi keamanan Arab Saudi. (Unhas TV / Wandi Nojeng)


Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah penerbangan menuju wilayah Arab Saudi, termasuk rute transit Kuala Lumpur–Madinah.

Selain penerbangan transit, Bandara Sultan Hasanuddin juga memiliki layanan penerbangan langsung menuju Jeddah yang dijadwalkan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Sabtu.

Namun, kepastian operasional penerbangan berikutnya masih menunggu perkembangan situasi keamanan dan informasi resmi dari pihak terkait.

“Untuk penerbangan Makassar–Jeddah yang seharusnya berlangsung berikutnya, kami masih menunggu perkembangan situasi terkini. Sampai saat ini belum ada kepastian jumlah penerbangan yang terdampak,” kata Mahesa.

Hingga kini, puluhan calon jemaah umrah tersebut masih menunggu kepastian jadwal keberangkatan pengganti dari pihak maskapai dan agen perjalanan. Mereka berharap dapat segera melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah.

(Wandi Nojeng / Unhas TV)