GOWA, UNHAS.TV - Ramli (50) tak dapat menahan rasa haru dan bahagia saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dr Meity Rahmatia melangkah masuk ke halaman rumahnya, di Desa Berutallasa, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Kamis (8/1/2026).
Ia langsung menyambut politisi perempuan tersebut sembari tersenyum lebar. “Momen ini telah kami tunggu-tunggu sejak 2025. Alhamdulillah, Bu Dewan akhirnya datang menemui kami kembali,” ujarnya.
Ia kemudian mempersilakan Meity bersama rombongan naik ke rumah panggung miliknya yang terletak di pinggir jalan di desa Berutallasa.
Di atas rumahnya yang berukuran 10X15 meter itu, Meity dan rombongannya bersantap siang dan bersilaturahmi dengan keluarga sang tuan rumah.
Usai jamuan makan siang itu, pertemuan dengan warga di halaman rumah pun digelar. Mereka yang hadir para kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat dari 9 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Biringbulu.
Berbicara di awal pertemuan, Ramli mengungkapkan, mereka terakhir bertemu Meity pada pemenangan pemilihan legislatif 2024 lalu.
Dan sejak itu, masyarakat di desanya, menantikan kembali kedatangan anggota Komisi XIII DPR RI tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan di desa mereka.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bu Meity. Semoga melalui pertemuan ini ukhuwah dengan masyarakat di daerah ini semakin kuat,” katanya.
Dalam acara silaturahim ini, bukan hanya Ramli. Sejumlah perwakilan masyarakat dari beberapa desa pun turut berbicara. Dan aspirasinya bisa dibilang seragam.
Menurut mereka, daerahnya yang masuk dalam kawasan pegunungan Kabupaten Gowa sangat jauh tertinggal dari segi pembangunan.
Jalan-jalan di desa-desa yang masuk Kecamatan Biringbulu rusak berat dan sudah lama tidak mengalami perbaikan. Irigasi pertanian, dan beberapa fasilitas bangunan sekolah yang kurang mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Jalanan rusak parah. Daerah kami ini 70 persen masyarakatnya hidup dari pertanian dan perkebunan jagung. Irigasi sangat tidak mendukung, padahal pemerintah sedang mendorong swasembada di bidang pertanian," ujar Mansi, warga Berutallasa yang ikut unjuk tangan menyampaikan aspirasinya.
"Begitu juga sarana pendidikan seperti bangunan sekolah perlu perbaikan agar anak-anak kami bisa merasakan proses pendidikan yang bermutu,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai keluhan masyarakat tersebut, Meity mengatakan akan berusaha membangun komunikasi dengan pemerintah, atau pihak-pihak yang terkait di tingkat pengambil kebijakan, baik di Kabupaten Gowa maupun di pusat.
Meity yang duduk di Komisi XIII DPR RI mengatakan, walau bukan kewenangannya, sebagai perwakilan rakyat yang dipilih masyarakat Biringbulu, ia akan tetap memperjuangkan aspirasi tersebut.
“Saya menjadi anggota DPR RI, diantaranya karena dipilih oleh masyarakat Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa," ujar Meity Rahmatia.
"Di senayan saya ditugaskan berurusan dengan Kementerian Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, LPSK dan lain-lain, tapi sebagai perwakilan bapak dan ibu sekalian maka saya tetap akan bekerja untuk menyambungkan berbagai masukan tersebut ke pengambil Keputusan. Yang penting kita berusaha dulu,” jelasnya.
Ia kemudian mencontohkan pembangunan BTS 4G Telkomsel yang kini dibangun di sejumlah titik di Kabupaten Gowa dan Takalar. Menurutnya, pembangunan ini tidak lepas dari perjuangan mereka sebagai perwakilan rakyat di Gedung Senayan.
“Pembangunan BTS 4G ini termasuk hasil perjuangan dan usaha. Alhamdulillah, diterima pemerintah. Saya tidak menjanji, tapi saya juga tidak akan mengatakan tidak. Sudah tugas saya sebagai perwakilan rakyat untuk mengadvokasi kebutuhan-kebutuhan masyarakat desa yang sangat mendasar ini. Kita usaha saja semampunya,” imbuhnya.
Meity tiba di Kecamatan Biringbulu sejak pagi. Sebelum menemui perwakilan masyarakat dari 9 Desa dan 2 Kelurahan yang berkumpul di rumah Ramli, Desa Berutallasa tersebut, ia meresmikan tower atau Base Transceiver Station (BTS) 4G Telkomsel.
Hadir dalam peresmian BTS yang didirikan di Desa Julukanaya itu, Camat Biringbulu HM Nasir dan para kepala desa. BTS itu dibangun melalui perjuangan Meity berdasarkan aspirasi dari masyarakat setempat.
Selama ini, jaringan selular dan internet di Kecamatan Biringbulu belum merata. Sinyal timbul-tenggelam atau menjadi area blank spot selular.
Komunikasi masyarakat pun tak selancar dengan masyarakat di kota. Dengan kehadiran BTS ini, Meity berharap pembangunan sumber daya manusia di Kecamatan Biringbulu bisa berlangsung lebih baik.
“Jaringan selular merupakan kebutuhan dalam komunikasi jarak jauh saat ini. Internet juga dapat menjadi media untuk mengakses pengetahuan dan informasi bagi anak-anak dengan cepat agar memiliki wawasan yang luas,” jelasnya sembari meminta masyarakat menggunakan teknologi digital dengan cerdas dan bijaksana. (*)
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dr Meity Rahmatia melangkah masuk ke halaman rumahnya, di Desa Berutallasa, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Kamis (8/1/2026). (dok pribadi)







_1-300x182.webp)
