
GOL KEEMPAT - Striker Inggris Marcus Rashford mencetak gol keempat untuk memastikan kemenangan 4-2 atas Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026). (Screenshot The Sun)
Gol tersebut membuat Tuchel tampak tidak puas. Inggris unggul dalam kualitas individu, tetapi terlalu sering memberi ruang kepada Kroasia.
Duet Stones dan Ezri Konsa belum terlihat solid. Koordinasi antarlini juga belum rapi. Inggris tampak berbahaya saat menyerang, tetapi rentan ketika kehilangan bola.
Kritik terhadap permainan Inggris bahkan disampaikan saat jeda. Asisten pelatih Anthony Barry mengatakan tim tidak bermain cukup bebas dan terlalu sering memilih umpan panjang ketika seharusnya menjaga bola dengan sederhana.
Pesan itu rupanya langsung dijawab para pemain setelah babak kedua dimulai. Baru sekitar 80 detik babak kedua berjalan, Bellingham membawa Inggris unggul lagi.
Ia menerima umpan Elliot Anderson, menerobos pertahanan Kroasia, lalu melepaskan tembakan yang tidak sepenuhnya sempurna. Bola mengenai tiang sebelum masuk ke gawang. Gol itu memperlihatkan kualitas Bellingham sebagai pemain yang mampu muncul di momen krusial.
Bellingham tampil menonjol sepanjang laga. Ia memberi energi, keberanian, dan ketajaman dari lini kedua. Dalam beberapa bulan terakhir, Tuchel sempat lebih memilih Morgan Rogers daripada Bellingham.
Namun, performa di Dallas menunjukkan bahwa gelandang Real Madrid itu masih menjadi salah satu tumpuan utama Inggris dalam laga besar.
Setelah gol Bellingham, Inggris tampil lebih lepas. Nico O’Reilly beberapa kali mendapat peluang. Anthony Gordon hampir mencetak gol melalui sundulan jarak dekat, tetapi Livakovic masih bisa menggagalkannya. Kane juga memaksa kiper Kroasia itu bekerja lewat beberapa percobaan tambahan.
Kroasia tidak sepenuhnya menyerah. Marco Pasalic, yang masuk sebagai pemain pengganti, menguji Pickford dengan tembakan keras. Inggris sempat berada dalam tekanan, tetapi kali ini mampu bertahan lebih baik. Tuchel kemudian memasukkan tenaga baru untuk menjaga intensitas serangan.
Gol keempat Inggris lahir dari kombinasi dua pemain pengganti. Bukayo Saka bergerak dari sisi kanan dan memberi umpan kepada Marcus Rashford.
Rashford menuntaskannya dengan penyelesaian yang tenang. Gol itu mengunci kemenangan Inggris dan meredakan ketegangan yang sempat membayangi sepanjang pertandingan.
Bagi Inggris, kemenangan ini sangat penting. Mereka mengalahkan lawan berpengalaman dalam laga pembuka dan memperlihatkan kekayaan talenta di lini depan.

Statistik Laga Inggris vs Kroasia. (Screenshot The Sun)
Kane tetap menjadi pusat serangan. Bellingham memberi daya ledak dari tengah. Rashford dan Saka menunjukkan kualitas dari bangku cadangan.
Namun, kemenangan 4-2 ini bukan tanpa peringatan. Inggris tidak akan selalu bisa menutup kelemahan pertahanan dengan empat gol. Dalam turnamen seketat Piala Dunia, lini belakang yang rapuh dapat menjadi sumber bencana ketika menghadapi lawan yang lebih tajam.
Tuchel hampir pasti akan mengevaluasi komposisi pertahanan sebelum laga berikutnya melawan Ghana di Boston. Nama Marc Guehi, bek Manchester City, disebut layak masuk sebelas pertama.
Duet John Stones dan Konsa belum memberi rasa aman. Pickford juga tidak tampil bersih, terutama dalam distribusi bola dan respons terhadap tembakan lawan.
Untuk sementara, Inggris boleh tersenyum. Mereka menang, Kane mengejar sejarah, dan Bellingham kembali menunjukkan kelasnya.
Tetapi pesan dari Dallas jelas, jika ingin memenangi Piala Dunia, Inggris harus lebih dari sekadar tajam di depan. Mereka harus belajar bertahan seperti calon juara. (*)








