MAKASSAR, UNHAS.TV - Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja positif pada triwulan II 2026 dengan pertumbuhan sebesar 5,29 persen.
Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh konsumsi masyarakat serta berbagai program pemerintah yang mendorong aktivitas dan fundamental ekonomi nasional.
Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Prof Dr Mursalim Nohong SE MSi CRA CRP CWM mengatakan, sektor konsumsi masih menjadi salah satu kontributor terbesar dalam struktur perekonomian Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah perlu terus mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat agar momentum pertumbuhan ekonomi nasional dapat dipertahankan.
“Kalau kita lihat struktur perekonomian di Indonesia itu yang paling banyak berkontribusi itu adalah berasal dari sektor konsumsi. Sehingga dengan demikian kewajiban pemerintah memang itu adalah bagaimana mendorong agar supaya sektor konsumsi itu bisa mengalami pertumbuhan,” ujar Prof. Mursalim.
Selain konsumsi, sejumlah program dan kegiatan pemerintah juga dinilai turut menggerakkan fundamental perekonomian. Salah satunya melalui belanja modal pemerintah yang dampaknya mulai terlihat pada triwulan II 2026.
Prof. Mursalim menjelaskan, efek dari berbagai program tersebut merupakan rangkaian kebijakan yang telah berjalan sejak triwulan pertama dan mulai menunjukkan hasil pada triwulan berikutnya.
“Kemudian yang kedua adalah ini kan telah berjalan beberapa program dan kegiatan dari pemerintah yang memang ikut menggerakkan fundamental ekonomi kita. Jadi itu yang paling besar kontribusinya,” jelasnya.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen merupakan perkembangan positif yang perlu dipertahankan. Pemerintah diharapkan dapat memastikan berbagai program pembangunan memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat.
Menurut Prof. Mursalim, kebijakan pemerintah juga perlu disusun secara berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada konsumsi, tetapi turut diperkuat oleh sektor-sektor produktif lainnya.
Di tingkat daerah, sektor pertanian disebut menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Ke depan, sektor pertambangan juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian.
“Kita tentu berharap bahwa ini kemudian memberikan multi-efek yang besar bukan hanya kepada masyarakat kita. Dan kemudian ini bisa berkelanjutan di periode-periode selanjutnya,” tuturnya.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional.
Pemerintah diharapkan terus menjaga momentum tersebut melalui kebijakan yang mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong pengembangan sektor-sektor produktif secara berkelanjutan.
(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)
Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Prof Dr Mursalim Nohong SE MSi CRA CRP CWM saat tampil dalam program Econotalks di Studio Unhas.TV. (Dok Unhas TV)


-300x169.webp)




-300x176.webp)
