.webp)
KAPAL NELAYAN - Kapal nelayan asal Bulukumba yang dinakhodai Asdar dengan pemilik H Ahmad berhasil menemukan 5 korban selamat di perairan Pulau Sabalana Pangkep, Sabtu (18/7/2026) menjelang magrib. Mereka yang ditemukan yaitu Andi Samad (63), Sitti Amang (55), Asseng (23), Ardita (17) dan Diska (7). (Dok Tim SAR Gabungan)
Arus laut membawa mereka menjauh dari lokasi tenggelamnya kapal hingga mencapai perairan sebelah selatan Pulau Matalang, Pangkep.
Selama empat hari, mereka terapung tanpa kepastian akan ditemukan. Peralatan seadanya yang mereka gunakan menjadi penopang tubuh sekaligus mencegah mereka tenggelam sebelum terlihat oleh awak kapal nelayan.
KN SAR Kamajaya dijadwalkan bertolak menuju Pelabuhan Benteng di Kabupaten Kepulauan Selayar pada Ahad, 19 Juli 2026. Setibanya di pelabuhan, kelima korban akan menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut dan pendataan oleh petugas.
Penemuan lima korban selamat membuat tim SAR mengubah fokus area pencarian. Penyisiran akan diarahkan ke wilayah sekitar lokasi penemuan dan bergerak ke arah barat sesuai dengan perkiraan jalur hanyut korban.
Tim SAR juga mempertimbangkan kemungkinan penumpang lain bertahan dengan menggunakan rakit darurat, pelampung, jerigen, atau benda terapung lainnya. Analisis arus laut dan kondisi cuaca digunakan untuk menentukan sektor pencarian berikutnya.
Operasi pada hari berikutnya tetap dibagi ke dalam dua sektor. Basarnas memperoleh tambahan dua kapal milik TNI Angkatan Laut, yakni KRI Lumba-Lumba dan KRI Marinir 877. Kedua kapal dijadwalkan bergabung dengan armada yang telah lebih dahulu berada di lokasi.
Operasi turut melibatkan KN SAR Kamajaya, KN SAR Pacitan dari Kantor SAR Kendari, serta KN SAR Puntadewa dari Kantor SAR Maumere. Setiap kapal akan mendapat sektor penyisiran untuk memperluas jangkauan pencarian.
Arif berharap penemuan lima penumpang dalam keadaan hidup menjadi petunjuk untuk menemukan korban lainnya. Tim menduga penumpang yang belum ditemukan dapat terbawa arus pada jalur serupa.
“Mudah-mudahan korban lainnya dapat ditemukan dalam kondisi selamat karena mereka mungkin menggunakan rakit apung atau pelampung lain,” ujarnya.
Tim SAR gabungan masih mencari 20 orang dari 25 penumpang yang sebelumnya dilaporkan hilang. Penyisiran dilakukan melalui laut dan pemantauan pulau-pulau yang diperkirakan berada di jalur hanyut.
Basarnas juga meminta nelayan dan masyarakat pesisir segera melapor apabila menemukan korban, barang milik penumpang, serpihan kapal, atau benda terapung yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan keselamatan petugas, tinggi gelombang, arah angin, dan perubahan arus laut.
Penemuan lima korban setelah empat hari terapung memberi harapan baru bagi keluarga penumpang yang menunggu di posko pencarian. Saat ini masih ada 20 korban yang dicari tim SAR gabungan.
(Wandi Nojeng / Unhas TV)








