Econotalks
Ekonomi
Program

Financial Planning Bukan Soal Gaji Besar, Gen Z Diminta Mulai dari Sekarang



Andi Raina Ananda Herdiyana membahas pentingnya financial planning bagi Gen Z. (Dok Unhas TV)


Selain membuat anggaran, membangun dana darurat juga menjadi langkah penting dalam perencanaan keuangan. Dana darurat berfungsi sebagai perlindungan ketika terjadi kondisi tak terduga, seperti kebutuhan kesehatan, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Menurut Raina, idealnya seseorang memiliki dana darurat yang mampu menutupi kebutuhan hidup selama minimal tiga bulan. Dana tersebut sebaiknya disimpan pada instrumen yang mudah dicairkan ketika dibutuhkan.

“Dana darurat penting untuk menjaga stabilitas keuangan. Sebelum mulai berinvestasi, lebih baik siapkan dulu dana darurat agar ketika ada kebutuhan mendadak kita tidak terganggu secara finansial,” ujarnya.

Setelah memiliki anggaran dan dana darurat yang memadai, langkah berikutnya adalah mulai berinvestasi. Namun, ia menegaskan bahwa investasi tidak harus dimulai dengan modal besar.

Saat ini terdapat berbagai instrumen investasi yang dapat diakses dengan nominal yang relatif kecil, seperti reksa dana dan emas digital.

Kemudahan akses terhadap instrumen investasi tersebut menjadi peluang bagi generasi muda untuk mulai membangun aset sejak dini. Bahkan dengan nominal puluhan ribu rupiah, seseorang sudah dapat memulai investasi dan membangun kebiasaan finansial yang positif.

Meski demikian, Raina mengingatkan agar generasi muda tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi dengan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Sebelum memilih instrumen investasi, seseorang perlu memahami cara kerja, tingkat risiko, serta potensi keuntungan yang ditawarkan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan platform investasi resmi yang diawasi oleh otoritas terkait guna menghindari risiko penipuan maupun investasi bodong.

“Jangan hanya melihat keuntungan. Pahami juga risikonya. Jika belum memahami suatu instrumen investasi, lebih baik belajar terlebih dahulu atau mulai dari menabung,” katanya.

Lebih lanjut, Raina menjelaskan bahwa tujuan akhir dari financial planning bukan sekadar memiliki tabungan atau investasi, melainkan mencapai kondisi keuangan yang stabil dan berkelanjutan.

Dalam jangka panjang, perencanaan keuangan yang baik dapat membantu seseorang mencapai berbagai tujuan hidup, mulai dari melanjutkan pendidikan, membeli rumah, membangun usaha, hingga mencapai kebebasan finansial.

Namun, ia mengingatkan bahwa financial freedom bukan sesuatu yang dapat diraih secara instan. Dibutuhkan konsistensi, disiplin, serta kebiasaan keuangan yang sehat yang dibangun dalam waktu panjang.

Menurutnya, kebiasaan menabung dan berinvestasi yang dimulai sejak usia muda akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan menunggu hingga memiliki penghasilan tinggi.

Semakin cepat seseorang memulai, semakin besar pula peluang untuk mencapai tujuan finansialnya di masa depan.

Karena itu, Generasi Z didorong untuk mengubah cara pandang terhadap pengelolaan keuangan. Menabung, membuat anggaran, menyiapkan dana darurat, dan berinvestasi bukanlah aktivitas yang hanya dilakukan ketika sudah mapan secara ekonomi, melainkan kebiasaan yang perlu dibangun sejak sekarang.

“Mulailah dari yang ada dan dari yang kecil. Yang terpenting adalah konsisten dan disiplin. Jangan menunggu nanti, karena masa depan finansial kita dibentuk oleh keputusan yang kita ambil hari ini,” tutupnya.

(Rahmatia Ardi / Unhas TV)