MAKASSAR, UNHAS.TV - Stabilitas harga pangan menjadi isu krusial di tengah tuntutan masyarakat akan harga yang terjangkau sekaligus kesejahteraan petani.
Keduanya kerap dianggap sulit berjalan beriringan, meski menjadi tujuan utama dalam kebijakan pangan nasional.
Ketersediaan pangan di Indonesia saat ini dinilai masih dalam kondisi aman. Hal ini terlihat dari terpenuhinya kebutuhan konsumsi masyarakat, terutama pada komoditas utama seperti padi yang baru saja memasuki masa panen.
Meski demikian, beberapa komoditas seperti cabai dan bawang sempat mengalami kenaikan harga. Namun, kondisi tersebut kini berangsur stabil seiring membaiknya pasokan di pasar.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Dr Sri Undai Nurbayani SE MSi menjelaskan bahwa dari sisi pasokan, kondisi pangan masih cukup terkendali.
“Kalau kita lihat dari pasokan, masih aman, masih tersedia dengan baik. Artinya dari sisi konsumsi masyarakat, kebutuhan konsumsi masih terpenuhi. Kita tidak perlu cemas, apalagi di padi yang baru saja selesai panen. Kecuali cabai dan bawang yang sempat naik, tapi sekarang sudah relatif aman,” ujarnya.
Faktor produksi menjadi salah satu penentu utama stabilitas harga. Ketika produksi berhasil dan panen melimpah, harga cenderung terkendali. Namun, persoalan muncul ketika distribusi dan kelembagaan belum berjalan optimal.
Dalam kondisi produksi berlimpah, petani kerap menghadapi kendala dalam penyerapan hasil panen. Peran distribusi dan perantara menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara harga di tingkat petani dan konsumen.
Dari sisi kebijakan, pemerintah dinilai cukup responsif dalam menjaga stabilitas harga. Berbagai langkah seperti operasi pasar dilakukan untuk meredam gejolak harga di masyarakat.
“Dari sisi kebijakan pemerintah, kita lihat sebenarnya pemerintah respons. Jadi setiap ada gejolak harga di pasar, pemerintah langsung melakukan operasi pasar," ujar Sri Undai.
"Untuk jangka pendek, saya kira tidak terlalu ada masalah. Kalau pun ada ketidakseimbangan antara konsumsi dan permintaan, itu hanya terjadi di daerah-daerah tertentu saja,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, keseimbangan antara harga pangan yang terjangkau dan kesejahteraan petani masih memerlukan perbaikan, khususnya pada sistem distribusi dan kelembagaan, agar dapat terwujud secara berkelanjutan.
(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)
Dosen FEB Universitas Hasanuddin, Dr Sri Undai Nurbayani SE MSi. (Unhas TV / Andrea Ririn Karina)

 Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Sabir SE MSi-300x169.webp)


-300x169.webp)



