Internasional
Pendidikan

FISIP Unhas dan Rikkyo University Percepat Lahirnya Talenta Global Lewat Gelar Ganda dan Riset Internasional

Ketua Program Studi MAP FISIP Unhas, Prof. Dr. Gita Susanti, M.Si., memperkuat kemitraan akademik dengan Rikkyo University melalui penguatan program gelar ganda dan kolaborasi. (Foto: Dok.Pribadi). undefined

TOKYO. UNHAS.TV – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali memperkuat posisinya dalam peta internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kunjungan akademik resmi ke Graduate School of Social Design Studies (GSSDS), Rikkyo University, Tokyo, Jepang, pada 15 Juli 2026.

Agendanya adalah memperkokoh pelaksanaan Program Gelar Ganda (Double Degree), memperluas kolaborasi akademik, serta menyelenggarakan kuliah tamu internasional sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berdaya saing global.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FISIP Unhas dalam mendukung visi Universitas Hasanuddin sebagai perguruan tinggi berkelas dunia melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan jejaring internasional, serta pengembangan riset kolaboratif yang mampu menjawab berbagai tantangan global.

Delegasi FISIP Unhas dipimpin Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP), Prof. Dr. Gita Susanti, M.Si., didampingi dosen Departemen Ilmu Administrasi Andi Ahmad Yani, M.Si., MPA, M.Sc., Ph.D. (Cand.), yang disambut langsung oleh Dekan GSSDS Rikkyo University Prof. Yukiko Kuramoto, Ph.D., bersama Prof. Ako Muto dalam suasana pertemuan akademik yang berlangsung hangat dan produktif.

Pertemuan bilateral tersebut difokuskan pada evaluasi implementasi Program Double Degree yang telah berjalan antara MAP FISIP Unhas dan GSSDS Rikkyo University sekaligus membahas langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mutu akademik, efektivitas administrasi lintas negara, serta pengembangan bentuk-bentuk kerja sama baru yang lebih luas pada masa mendatang.

Kerja sama pendidikan lintas negara seperti ini semakin memperoleh perhatian dunia karena berbagai studi menunjukkan bahwa program mobilitas internasional mampu meningkatkan kompetensi akademik, kemampuan lintas budaya, jejaring profesional, serta daya saing lulusan dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Kolaborasi Global 

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Andi Ahmad Yani dipercaya menyampaikan kuliah tamu internasional bertajuk "Walking on the Bright Side of Crisis: A Positive Public Administration (PPA) Approach to Community-Based GBV Services" di kelas Master Program of Social Design and Administrative Science (MSDA) Rikkyo University.

Kuliah ilmiah itu diikuti mahasiswa pascasarjana yang berasal dari berbagai negara, antara lain Nigeria, Myanmar, Rusia, Filipina, Thailand, Indonesia, serta sejumlah negara lain yang tengah menempuh studi di Jepang.


Andi Ahmad Yani menyampaikan kuliah tamu internasional di Rikkyo University Tokyo kepada mahasiswa multinasional. (Foto: Dok.Pribadi).
Andi Ahmad Yani menyampaikan kuliah tamu internasional di Rikkyo University Tokyo kepada mahasiswa multinasional. (Foto: Dok.Pribadi).


Materi yang disampaikan memperkenalkan pendekatan Positive Public Administration (PPA) yang menekankan pentingnya membangun pelayanan publik melalui kekuatan masyarakat, inovasi sosial, dan praktik-praktik baik yang telah terbukti berhasil mengatasi berbagai persoalan publik dibanding hanya berfokus pada kelemahan birokrasi.

Pendekatan tersebut diperkaya dengan hasil riset kolaboratif bersama Monash University pada 2021 mengenai pelayanan berbasis komunitas dalam penanganan kekerasan berbasis gender (Gender-Based Violence/GBV), khususnya bagaimana masyarakat mampu membangun mekanisme perlindungan sosial secara mandiri ketika menghadapi situasi krisis.

Diskusi yang berlangsung setelah pemaparan materi berkembang sangat dinamis karena para peserta membandingkan pengalaman kebijakan sosial di negara masing-masing sehingga menghasilkan pertukaran gagasan mengenai tata kelola pelayanan publik yang lebih adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam perkembangan ilmu administrasi publik global, pendekatan kolaboratif seperti Positive Public Administration semakin berkembang sebagai pelengkap paradigma administrasi publik tradisional karena tidak hanya mengevaluasi kegagalan kebijakan, tetapi juga mengidentifikasi praktik-praktik sukses yang dapat direplikasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Memperluas Jejaring Akademik 

Ketua Program Studi MAP FISIP Unhas, Prof. Dr. Gita Susanti, M.Si., menegaskan bahwa kunjungan akademik sekaligus pelaksanaan kuliah tamu tersebut menunjukkan kerja sama antara FISIP Unhas dan GSSDS Rikkyo University berlangsung secara aktif, produktif, dan terus berkembang.

Menurutnya, Program Double Degree yang telah berjalan membuktikan komitmen kedua institusi dalam melahirkan lulusan yang memiliki kapasitas akademik internasional, kemampuan analitis yang kuat, serta kesiapan bekerja di lingkungan global yang semakin kompetitif.

Ia juga menekankan bahwa penguatan kemitraan ini diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi pelaksanaan penelitian bersama, pertukaran dosen, mobilitas mahasiswa, publikasi ilmiah internasional, pengembangan kurikulum, hingga penyelenggaraan konferensi akademik yang melibatkan jejaring universitas dari berbagai negara.

Penguatan kolaborasi internasional semacam ini menjadi salah satu indikator penting dalam transformasi pendidikan tinggi abad ke-21 karena mampu mempercepat transfer pengetahuan, memperluas diplomasi akademik, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan masyarakat di tingkat nasional maupun global.

Kunjungan akademik tersebut ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol semakin eratnya hubungan persahabatan intelektual antara Universitas Hasanuddin dan Rikkyo University sekaligus penegasan komitmen kedua institusi untuk terus membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengembangan ilmu sosial, administrasi publik, dan pendidikan tinggi internasional.(*)