Karier
Mahasiswa

FMIPA Unhas Sapu Bersih Predikat Lulusan Terbaik Doktor, Magister, dan Sarjana Eksakta

LULUSAN TERBAIK - Tiga lulusan terbaik Wisuda Unhas Periode Oktober 2026 dari Fakultas MIPA yakni, dari kiri ke kanan, Dr Santih Anggereni SSi MPd, Syahrul SSi MSi, Laura Christin Wunarso SSi. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan Wisuda Periode Oktober Tahun Akademik 2026/2027 sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi.

Pada periode wisuda Oktober 2026 ini, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mencatatkan prestasi dengan meraih tiga predikat lulusan terbaik tingkat universitas, masing-masing pada program doktor, magister, dan sarjana eksakta.

Ketiga predikat tersebut diraih oleh Santih Anggereni dari Program Doktor Fisika dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,98, Syahrul dari Program Magister Fisika dengan IPK 3,97, serta Laura Christin Wunarso dari Program Sarjana Statistika dengan IPK 3,97.

Pencapaian tersebut menunjukkan prestasi akademik lulusan FMIPA Unhas pada berbagai jenjang pendidikan.

Selain memperoleh nilai akademik yang tinggi, ketiganya memiliki capaian berbeda, mulai dari publikasi ilmiah internasional, penelitian teknologi penyimpanan energi, hingga prestasi kompetisi statistika tingkat nasional.

Santih Anggereni berhasil meraih predikat lulusan terbaik tingkat universitas program doktor setelah menyelesaikan pendidikan S3 Fisika dalam waktu dua tahun satu bulan dengan predikat summa cum laude.

Selain mencatatkan IPK 3,98, Santih juga menghasilkan tiga artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal terindeks Scopus selama menjalani pendidikan doktor.

Di balik pencapaian tersebut, Santih menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara pendidikan, pekerjaan, dan tanggung jawab keluarga.

Selain menempuh studi doktor, ia juga menjalankan profesi sebagai dosen, menjabat sebagai ketua program studi di salah satu perguruan tinggi di Makassar, serta menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga.

“Kalau untuk S3 itu saya rasa sangat kompleks, kemudian bebannya juga sangat berat karena selain sebagai mahasiswa, saya juga sebagai dosen, sebagai kaprodi juga, kemudian jadi ibu rumah tangga juga,” ungkap Santih.

Menurutnya, tuntutan publikasi ilmiah internasional menjadi salah satu tantangan terbesar selama menempuh pendidikan doktor. Keberhasilannya juga tidak terlepas dari dukungan promotor, kopromotor, penguji, serta dosen Departemen Fisika Unhas.

Santih berharap pencapaiannya dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

Syahrul Raih Predikat Magister Terbaik 

Pada jenjang magister, Syahrul, S.Si., M.Si., dari Program Studi Fisika FMIPA Unhas berhasil meraih predikat lulusan terbaik tingkat universitas dengan IPK 3,97.

Syahrul menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari perencanaan akademik dan pelaksanaan penelitian secara konsisten.

Selama menempuh pendidikan, ia memperoleh pendampingan dari Prof. Dahlang Tahir serta dukungan rekan-rekan senior dalam mencapai target penelitian.

Menurutnya, proses penyelesaian studi magister membutuhkan kedisiplinan dan komitmen untuk memenuhi target akademik yang ditetapkan secara berkala.

“Kalau untuk tantangan sebenarnya kalau saya itu bukan tantangan melainkan sebuah pacuan karena untuk menjadi yang terbaik butuh pacuan yang lebih kencang seperti setiap pekan harus ada targetan,” jelas Syahrul.

Dalam penelitian magisternya, Syahrul mengkaji superkapasitor, yakni perangkat penyimpanan energi yang memiliki potensi pengembangan untuk mendukung pemanfaatan energi terbarukan.

Setelah menyelesaikan pendidikan magister, ia berencana mempertimbangkan kelanjutan studi sekaligus mengembangkan penelitian berikutnya, khususnya pada bidang yang telah ditekuninya.

Laura Christin Wunarso Terbaik Sarjana Eksakta

Sementara itu, Laura Christin Wunarso dari Program Studi Statistika FMIPA Unhas berhasil meraih predikat lulusan terbaik tingkat universitas kategori sarjana eksakta dengan IPK 3,97 dan predikat cum laude.

Laura menyelesaikan pendidikan sarjana dalam waktu tiga tahun satu bulan. Salah satu pencapaian yang mendukung keberhasilannya adalah perolehan medali perak dalam ajang Satria Data pada bidang National Statistics Competition, kompetisi individu tingkat nasional di bidang statistika.

Dalam kompetisi tersebut, Laura menjadi satu-satunya mahasiswa angkatan 2023 yang mewakili Unhas.

Keberhasilannya meraih medali perak juga memberikan kesempatan untuk memperoleh pembebasan dari kewajiban penyusunan skripsi sehingga proses penyelesaian studinya menjadi lebih singkat.

“Dari lomba itu saya bebas skripsi, jadi itu mengapa saya bisa lebih cepat lulus karena saya sudah bebas skripsi jadi tinggal sidang tutup,” jelas Laura.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Laura berencana memasuki dunia kerja, khususnya sektor korporasi yang menarik minatnya berdasarkan pengalaman magang sebelumnya.

Ia juga berharap Unhas terus berkembang dan menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi dalam berbagai bidang.

Keberhasilan FMIPA meraih tiga predikat lulusan terbaik tingkat universitas pada Wisuda Periode Oktober Tahun Akademik 2026/2027 menjadi salah satu capaian akademik yang menonjol dalam pelaksanaan wisuda tersebut.

Ketiga lulusan menunjukkan bahwa keberhasilan akademik dapat dicapai melalui berbagai proses. Santih menonjol melalui produktivitas publikasi ilmiah di tengah tanggung jawab profesional dan keluarga.

Syahrul melalui konsistensi penelitian di bidang teknologi penyimpanan energi, sedangkan Laura melalui prestasi kompetisi nasional yang turut mempercepat penyelesaian studinya.

Pencapaian tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya pengembangan kompetensi, kedisiplinan akademik, dan dukungan lingkungan pendidikan dalam mendorong prestasi mahasiswa.

Keberhasilan ketiganya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Unhas untuk terus meningkatkan kualitas akademik, menghasilkan karya ilmiah, serta mengembangkan potensi sesuai bidang keilmuan masing-masing.

(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)