Econotalks
Mahasiswa

Freshpax, Inovasi Mahasiswa Unhas Perpanjang Masa Simpan Buah Klimakterik

Ketua Tim PKM-K Freshpax sekaligus mahasiswa Ekonomi Pembangunan Unhas, Eky Sanjaya saat membincangkan temuannya di Studio Unhas TV, Rabu (23/9/2026). (Unhas TV/Andrea Ririn Karina)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Permasalahan food loss dan food waste masih menjadi tantangan dalam rantai pangan, termasuk pada komoditas buah dan sayuran.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi Freshpax, berupa lembaran kertas aktif yang dirancang untuk membantu memperpanjang masa simpan buah klimakterik.

Buah klimakterik merupakan jenis buah yang masih mengalami proses pematangan setelah dipanen. Dalam proses tersebut, buah terus menghasilkan gas etilen yang berperan dalam proses pematangan dan dapat mempercepat penurunan kualitas buah.

Melihat kondisi tersebut, tim PKM-K Freshpax mengembangkan produk yang bekerja dengan menyerap dan mengendalikan gas etilen pada lingkungan penyimpanan buah dan sayuran klimakterik.

Ketua Tim PKM-K Freshpax sekaligus mahasiswa Ekonomi Pembangunan Unhas, Eky Sanjaya, menjelaskan bahwa Freshpax dikembangkan dalam bentuk lembaran kertas aktif agar praktis digunakan oleh pelaku usaha.

“Freshpax merupakan lembaran kertas aktif yang fungsinya dapat memperpanjang masa simpan buah klimakterik. Buah klimakterik setelah masa panennya akan tetap menghasilkan gas etilen," ujarnya.

"Fokus kami adalah penyerapan gas etilen tersebut. Ketika gas etilen diserap atau dikendalikan dalam ruang penyimpanan, masa simpan buah dapat diperpanjang,” jelas Eky.

Menurut Eky, bentuk lembaran dipilih karena penggunaannya relatif sederhana. Freshpax dapat ditempatkan di bagian bawah maupun di sisi kiri dan kanan ruang penyimpanan buah, sehingga dapat diaplikasikan oleh pelaku usaha tanpa memerlukan proses penggunaan yang rumit.

Inovasi ini berangkat dari persoalan food loss dan food waste yang masih menjadi perhatian di Indonesia.

Buah dan sayuran merupakan produk yang relatif mudah mengalami penurunan kualitas sehingga berpotensi terbuang apabila tidak segera terjual atau tidak disimpan dengan baik.

Melalui Freshpax, tim PKM-K berupaya menghadirkan solusi yang praktis untuk membantu mempertahankan kualitas buah klimakterik selama penyimpanan. Inovasi ini sekaligus diharapkan dapat mendukung upaya mengurangi potensi pemborosan pangan.

Bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang ingin mendapatkan Freshpax, produk tersebut dapat diakses melalui kanal penjualan daring yang disediakan oleh tim, yakni melalui Shopee dan akun Instagram @freshpax.tkmk.

Inovasi Freshpax menjadi salah satu upaya mahasiswa Unhas dalam mengembangkan solusi berbasis inovasi untuk menjawab persoalan di sektor pangan.

Dengan bentuk yang praktis, produk ini dikembangkan untuk membantu memperpanjang masa simpan sekaligus menjaga kualitas buah klimakterik selama penyimpanan.

(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)