MAKASSAR, UNHAS.TV - Kekayaan sejarah, warisan peradaban kuno, hingga keberagaman budaya Irak menjadi sorotan dalam kegiatan Geography Series yang diselenggarakan Direktorat Internasionalisasi dan Kantor Urusan Internasional Universitas Hasanuddin (Unhas).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa internasional asal Iraq memperkenalkan identitas dan kebudayaan negaranya secara langsung kepada mahasiswa lokal, sekaligus menyampaikan harapan terhadap masa depan Irak.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026), di Room B Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unhas tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan lintas budaya.
Para peserta berkesempatan mengenal Irak melalui pengalaman dan perspektif mahasiswa internasional yang berasal dari negara tersebut.
Salah satu mahasiswa internasional asal Irak dari Fakultas Kedokteran Unhas, Alabbas Hussein Saeed Alwaisi, mengungkapkan kebahagiaannya dapat membagikan sejarah dan kebudayaan negaranya kepada mahasiswa Unhas.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan kepada mahasiswa internasional dalam kegiatan tersebut.
“Sebenarnya, kami merasa sangat bahagia dan sangat luar biasa bisa membagikan budaya kami kepada kalian semua. Dan terima kasih atas sambutan yang baik kepada kami, terima kasih untuk semua yang telah kalian lakukan kepada kami,” ungkap Alabbas.
Menurut Alabbas, kegiatan pengenalan budaya menjadi kesempatan untuk memperlihatkan identitas Irak sebagai bangsa yang memiliki sejarah dan warisan peradaban.
Ia ingin masyarakat internasional mengenal negaranya secara lebih luas, tidak hanya melalui informasi yang selama ini mereka ketahui.
“Sebenarnya pesan utamanya, Irak bukan sekadar sebuah nama. Irak adalah sejarah. Irak adalah peradaban. Irak adalah sebuah bangsa. Irak itu Arab. Irak memiliki banyak hal, bukan hanya sebuah nama,” jelasnya.
Selain memperkenalkan sejarah dan identitas negaranya, Alabbas turut mengajak mahasiswa Unhas untuk mengenal Irak melalui kunjungan langsung.
Menurutnya, pengalaman mengunjungi suatu negara dapat memberikan kesempatan untuk memahami kehidupan masyarakat, tradisi, dan kebudayaannya secara lebih dekat.

Mahasiswa internasional Unhas asal Irak Alabbas Hussein Saeed Alwaisi menerima sertifikat dari Task Force Direktorat Internasionalisasi dan KUI Unhas Febriana Intan Permata Hati STP MSc usai tampil dalam Geography Series, Kamis (15/10/2026). (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)
“Ini bukan hanya tentang minyak, teman-teman. Ayo, selamat datang di Irak. Kami berharap dapat mengunjungi Irak bersama-sama dan kita pergi berkeliling. Kami sangat-sangat senang membiarkan kalian datang ke sana dan memperkenalkan kalian kepada budaya kami dan sejarah kami di Irak,” ujarnya.
Sementara itu, Omer Ahmed Mahmoud, mahasiswa internasional asal Irak yang menempuh pendidikan pascasarjana di Fakultas Kedokteran Unhas, turut memperkenalkan kekayaan peradaban negaranya, termasuk sejarah Babilonia dan Asyur.
Menurut Omer, Irak memiliki berbagai peninggalan sejarah dan tradisi yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakatnya. Melalui Geography Series, ia berharap mahasiswa lokal memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai negaranya.
“Saya sangat senang bisa berpartisipasi dalam Seri Geografi ini, dan agar para hadirin sekalian mengenal peradaban Irak.
"Irak bukan sekadar negara peperangan, Irak adalah negara sejarah, negara peradaban, negara Asyur, negara Babilonia. Irak adalah negara cinta, negara peradaban, negara Seribu Satu Malam,” ungkap Omer.
Omer juga menyoroti pentingnya memperkenalkan Irak melalui kekayaan budaya dan sejarahnya, bukan hanya melalui berbagai konflik yang pernah terjadi.
Menurutnya, masyarakat internasional perlu memahami bahwa negaranya memiliki identitas dan potensi yang lebih luas daripada gambaran yang sering muncul dalam pemberitaan.
Ia berharap masyarakat dunia dapat melihat perkembangan Irak serta upaya masyarakatnya untuk terus membangun kehidupan yang lebih baik setelah menghadapi berbagai krisis.
“Jangan ada yang mengira bahwa Irak hanya sekadar negara peperangan. Irak telah beralih dari fase peperangan ke fase yang lain, fase pembangunan, fase kemajuan, insyaallah. Irak, dengan segala krisis yang telah terjadi padanya, hari demi hari akan terus berkembang dan kembali dengan lebih kuat, insyaallah,” jelasnya.

Mahasiswa internasional Unhas asal Irak Omer Ahmed Mahmoud menerima sertifikat dari Task Force Direktorat Internasionalisasi dan KUI Unhas Febriana Intan Permata Hati STP MSc usai tampil dalam Geography Series, Kamis (15/10/2026). (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)
Lebih lanjut, Omer menekankan bahwa warisan peradaban kuno dan keberagaman budaya Irak merupakan bagian dari kekayaan negara yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat internasional.
Ia berharap kegiatan seperti Geography Series dapat menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan mengenai sejarah dan kehidupan masyarakat Irak.
“Saya berharap satu hal setelah berakhirnya Seri Geografi Internasional ini, agar semua orang mengetahui bahwa Irak adalah negara dengan budaya yang beragam, tidak hanya seperti yang diketahui di media bahwa ia adalah negara perang," ujarnya.
"Bukan seperti itu; Irak adalah negara budaya, negara peradaban, peradaban-peradaban kuno, negara Babilonia, Asyur, negara Seribu Satu Malam,” ujarnya.
Selain memperluas pengetahuan mengenai sejarah dan kebudayaan, Omer berharap kegiatan ini dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat internasional untuk mengunjungi Irak.
Ia ingin negaranya semakin dikenal sebagai tujuan kunjungan yang menawarkan pengalaman sejarah, budaya, dan keagamaan.
“Saya berharap satu hal setelah berakhirnya seri ini, yaitu Seri Geografi Internasional, agar Irak menjadi seperti yang telah kita bicarakan, seperti yang telah kita capai dalam seri ini, agar ia menjadi negara, mercusuar bagi kunjungan dari berbagai negara, baik Arab maupun asing, atau internasional pada khususnya,” tambahnya.
Melalui pandangan kedua mahasiswa internasional tersebut, Geography Series tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan budaya, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa asal Irak untuk menyampaikan cerita, pengalaman, serta harapan mengenai negara mereka secara langsung kepada mahasiswa lokal.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya interaksi lintas budaya dalam memperluas wawasan global mahasiswa. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, mahasiswa dapat memahami keberagaman masyarakat dunia dari perspektif yang lebih dekat.
Melalui Geography Series, Universitas Hasanuddin terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang terbuka terhadap keberagaman budaya, sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa lokal dan internasional melalui pengenalan sejarah, peradaban, dan identitas masyarakat dari berbagai negara.
(Mustika Syaharuddin / Mim Fargabillah / Unhas TV)
Dua mahasiswa internasional Unhas Omer Ahmed Mahmoud, Mahasiswa Pascasarjana di Fakultas Kedokteran Unhas dan Alabbas Hussein Saeed Alwaisi, Fakultas Kedokteran Unhas. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)




-300x169.webp)



