
Enzo Fernandez mencetak gol pertama Manchester City dan Rayan Cherki mencetak gol kedua saat menang 5-3 atas Sunderland. (Screenshot The Sun)
Babak kedua kembali menghadirkan pola serupa. City menyerang, Sunderland menolak menyerah.
Kesalahan koordinasi Kevin Danso dan Nordi Mukiele memberi ruang kepada Semenyo untuk menguasai bola liar. Ia menghukum kelengahan pertahanan Sunderland dengan tembakan keras yang kembali membawa City menjauh.
Namun hanya dua menit setelah gol tersebut, Brobbey menyelesaikan hat-trick-nya.
Granit Xhaka mengalirkan bola ke area serangan sebelum Nilson Angulo mengirim umpan mendatar ke depan gawang. Brobbey berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikannya tanpa kesulitan.
Tiga golnya membuat Sunderland terus menempel City dan menjaga pertandingan tetap terbuka. Dalam satu jam pertama saja, tujuh gol telah tercipta.
Sunderland bahkan hampir menyamakan skor tak lama kemudian. Sundulan Ballard membentur situasi di depan gawang dan nyaris berubah menjadi gol bunuh diri Ruben Dias. Kapten City itu bereaksi cepat. Ia berbalik dan melakukan sapuan akrobatik tepat di garis gawang.
Tekanan Sunderland membuat City tak pernah benar-benar nyaman. Tim tamu memiliki cukup peluang untuk membuat skor kembali imbang. Namun, pada fase akhir pertandingan, City mendapat penentu yang mereka perlukan.
Haaland, yang sepanjang laga belum mencetak gol, muncul pada menit ke-82.
Gvardiol bergerak di sisi lapangan sebelum mengirim umpan ke kotak penalti. Haaland menyelesaikan kesempatan tersebut untuk mencetak gol ke-10 musim ini.
Selebrasi sempat tertunda. Asisten wasit lebih dulu mengangkat bendera karena menganggap Gvardiol berada dalam posisi offside saat membangun serangan.
VAR kemudian memeriksa rekaman dan menunjukkan pemain Kroasia tersebut masih berada dalam posisi sah. Gol pun disahkan.
Gol Haaland, menghapus satu catatan yang tersisa. Sunderland sebelumnya menjadi satu-satunya tim Liga Primer yang belum pernah ia bobol. Setelah berkali-kali dibatasi pertahanan tim tamu, ia akhirnya menemukan ruang pada saat yang menentukan.
Sunderland mencoba mengejar pada menit-menit terakhir, tetapi City mempertahankan keunggulannya hingga peluit panjang.
Kemenangan itu memperpanjang awal sempurna Maresca bersama City menjadi tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan.
Namun angka tersebut tak sepenuhnya menggambarkan betapa sulitnya laga ini. Sunderland tiga kali mampu membalas gol City dan membuat pertandingan terus hidup hingga akhir.
Bagi Brobbey, bola pertandingan sebagai penanda hat-trick mungkin menjadi penghargaan yang terasa hambar. Tiga golnya tak cukup membawa Sunderland mendapatkan angka.
Sebaliknya, bagi City, gol Haaland menjadi penutup pertandingan yang sarat perubahan momentum. Dalam laga yang dipenuhi gol, keputusan VAR, penyelamatan di garis gawang, dan tiga kali kebangkitan Sunderland, sang penyerang akhirnya menjadi orang terakhir yang berbicara. (*)








