Sport

Haaland Ukir Sejarah, Manchester City Tumbangkan Porto 2-0 di Liga Champions

MENANG - Manchester City mengalahkan Porto dengan skor 0-2 0 dalam laga pembuka Liga Champions musim 2026/2027 di Do Dragao Stadium, Rabu (9/9/2026) dini hari. (Screenshot The Sun)

PORTO, UNHAS.TV - Erling Haaland kembali menunjukkan kelasnya sebagai mesin gol Manchester City. Penyerang asal Norwegia itu mencetak dua gol saat City membuka perjalanan mereka di Liga Champions dengan kemenangan atas FC Porto.

Torehan tersebut bukan hanya memastikan tiga poin penting bagi tim asuhan Pep Guardiola, tetapi juga membawa Haaland naik ke posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub.

Bermain di Stadion Dragao, markas Porto, Manchester City menghadapi ujian berat menghadapi juara Portugal yang tengah berada dalam performa terbaik.

Porto datang dengan modal enam kemenangan beruntun di kompetisi domestik, sementara City membawa catatan kurang meyakinkan dalam laga tandang Eropa setelah menelan enam kekalahan dari sembilan pertandingan terakhir mereka di ajang kontinental.

Namun, tekanan besar itu tidak membuat Haaland kehilangan ketajamannya. Dengan gaya rambut baru yang lebih pendek, striker 25 tahun tersebut tetap tampil sebagai ancaman utama di lini depan.

Menariknya, Haaland sebelumnya mengisyaratkan keinginannya untuk kembali memanjangkan rambut panjangnya. Tetapi perubahan gaya tersebut tidak mengurangi sedikit pun daya rusaknya di depan gawang lawan.

Dalam empat pertandingan awal musim ini, Haaland sudah mencetak tiga gol melalui sundulan. Di Porto, ia sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak hat-trick, tetapi penampilan luar biasa kiper tuan rumah Diogo Costa membuat peluang-peluang tersebut berulang kali gagal berbuah gol.

Manchester City sempat kesulitan mengendalikan atmosfer Stadion Dragao yang dipenuhi dukungan suporter Porto. Tuan rumah langsung memberikan ancaman melalui tembakan Gabri Veiga yang berhasil dibendung Gianluigi Donnarumma.

Meski peluang tersebut akhirnya tidak dihitung karena posisi offside, Porto menunjukkan bahwa mereka tidak datang hanya untuk bertahan.

Perlahan, City mulai mengambil kendali permainan. Kehadiran gelandang baru seperti Enzo Fernandez dan Ayyoub Bouaddi memberikan keseimbangan baru di lini tengah. Aliran bola City menjadi lebih agresif, sementara Haaland terus mencari ruang di antara bek Porto.

Peluang emas pertama Haaland datang setelah kerja sama apik Phil Foden dan Antoine Semenyo. Foden mengirim umpan silang sempurna ke tiang jauh, tetapi sundulan Haaland berhasil ditepis gemilang oleh Diogo Costa.

Beberapa menit kemudian, Semenyo kembali menciptakan peluang, namun sundulan Haaland kali ini melambung di atas mistar.

Kiper Portugal itu menjadi alasan utama Porto tetap bertahan. Costa kembali menggagalkan peluang Foden setelah menerima umpan Rayan Cherki. Tidak lama berselang, ia juga menepis tendangan voli Haaland dan kemudian mengamankan bola pantulan dari Cherki.

Penampilan gemilang Costa membuat Porto tetap memiliki harapan. Kiper yang sering dikaitkan dengan kepindahan ke Premier League tersebut menunjukkan mengapa dirinya dianggap sebagai pemain terbaik Porto musim ini.

Namun, menghadapi pemain seperti Haaland, memberikan terlalu banyak peluang hampir selalu berakhir dengan hukuman.

Sundulan Mematikan Haaland Hancurkan Porto

>> Baca Selanjutnya