Ekonomi

Harga Minyak Mentah Turun Usai Muncul Titik Cerah Kesepakatan Damai Iran dan AS

UNHAS.TV - Harga minyak mentah menunjukkan penurunan usai Pakistan yang menjadi mediator mengumumkan titik cerah upaya perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat.

Pada perdagangan Senin pekan ini, harga minyak mentah jenis Brent turun 4,3 persen pada harga 83,55 Dollar per barrel. Jenis US turun harga 4,9 persen pada angka 80,74 Dollar per barrel. Sentimen positif juga terjadi pada pasar efek. Indeks Nikkei Jepang naik 4,7 persen dan indeks Kospi Korea naik lebih dari 5,2 persen. 

Tanggapan positif itu muncul setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tentang pembukaan Selat Hormuz yang memungkinkan kapal-kapal pengangkut minyak mentah bisa melintas bebas. 

Perdana Menterii Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan, penandatanganan damai secara resmi akan dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026. Namun, Shehbaz tidak merinci isi dari poin-poin perdamaian itu. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, juga menegaskan hal serupa.

Sebelumnya, harga minyak mentah dunia sempat melonjak tajam melebihi angka 100 Dollar AS per barrel seusai perang antara Amerika Serikat dan Israel menggempur Iran pada 28 Februari 2026.

Perang ini kemudian memicu Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi lalu lintas utama 20 persen pasokan minyak mentah dunia. Iran hanya memberikan kebebasan kepada kapal-kapal negara tertentu untuk bisa melewati.(*)