MAKASSAR, UNHAS.TV — Minat masyarakat dalam memulai usaha terus mengalami peningkatan. Beragam peluang bisnis hadir, mulai dari sektor kuliner, fashion, jasa hingga bisnis berbasis digital.
Namun di balik tren tersebut, tidak sedikit usaha yang harus berhenti di tengah jalan akibat kurangnya perencanaan yang matang.
Hal ini dibahas dalam program Econotalks UnhasTV pada Jumat, (24/07/2026) yang menghadirkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Ir Baginda Hamzah ST MBA.
Dalam perbincangan tersebut, ia menekankan pentingnya business plan atau perencanaan bisnis sebagai fondasi utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Menurut Baginda Hamzah, business plan merupakan dokumen yang memuat seluruh rencana bisnis, mulai dari analisis pasar, produk, operasional hingga aspek keuangan. Perencanaan ini menjadi peta jalan bagi pelaku usaha dalam menentukan arah dan strategi bisnisnya.
“Bisnis plan itu adalah dokumen yang berisi perencanaan bisnis, mulai dari aspek pasar, produk, operasional hingga analisa finansial. Dari situ kita bisa menilai apakah bisnis tersebut layak dijalankan atau tidak,” jelasnya.
Ia menjelaskan, terdapat empat aspek utama dalam penyusunan business plan, yakni aspek pasar, produk atau operasional, sumber daya manusia (SDM), serta aspek finansial. Keempat aspek ini harus dikaji secara menyeluruh sebelum bisnis dijalankan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap ide bisnis harus melalui proses validasi terlebih dahulu. Validasi ini dapat dilakukan dengan riset sederhana, seperti mengamati kebutuhan pasar atau bertanya langsung kepada calon konsumen.
“Misalnya ingin membuka usaha kopi atau ayam geprek dengan target mahasiswa, maka perlu dilakukan riset kecil-kecilan. Tanyakan ke sesama mahasiswa apakah produk tersebut действительно dibutuhkan. Ide yang baik adalah ide yang sudah divalidasi,” ungkapnya.
Setelah riset pasar dilakukan, pelaku usaha juga perlu merancang produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dalam konteks usaha kuliner, misalnya, perlu ditentukan konsep produk, variasi menu, hingga selera yang sesuai dengan target pasar.
Selain itu, aspek finansial menjadi bagian paling krusial dalam business plan. Pelaku usaha harus mengetahui sumber pendanaan, estimasi modal, serta proyeksi arus kas usaha. Perhitungan ini penting untuk menentukan apakah bisnis berpotensi menghasilkan keuntungan atau justru merugi.
“Kalau dari analisis keuangan ternyata tidak menguntungkan, sebaiknya tidak dijalankan. Tapi kalau hasilnya positif, maka bisnis tersebut layak untuk dieksekusi,” tambahnya.
Ia juga menyoroti bahwa saat ini akses permodalan sudah semakin terbuka, salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun, tantangan utama bukan hanya pada modal, melainkan kemampuan dalam menyusun perencanaan bisnis yang realistis dan terukur.
Menariknya, Baginda Hamzah menegaskan bahwa business plan tidak harus selalu berbentuk dokumen yang kompleks.
Model sederhana seperti business model canvas atau lean canvas dapat menjadi alternatif yang lebih praktis, selama mampu menggambarkan keseluruhan rencana bisnis secara jelas.
Sebagai penutup, ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara keberanian memulai usaha dan kesiapan dalam perencanaan. Ia mengutip pernyataan pengusaha Bob Sadino bahwa bisnis terbaik adalah bisnis yang dijalankan, namun harus disertai dengan perencanaan yang baik.
Selain itu, ia juga mengutip Benjamin Franklin yang mengatakan, “If you fail to plan, you are planning to fail,” yang berarti kegagalan dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan itu sendiri.
Melalui pembahasan ini, diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya mengandalkan ide dan keberanian dalam memulai usaha, tetapi juga menyusun perencanaan bisnis yang matang agar mampu menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan.
(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)
ECONOTALKS - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Ir Baginda Hamzah ST MBA (kanan) usai tampil dalam program Econotalks UnhasTV pada Jumat (24/07/2026). (Unhas TV / Andrea Ririn Karina)





-300x169.webp)


