SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan peran aktif dalam peningkatan mutu pendidikan berbasis pengabdian masyarakat.
Melalui program pembelajaran bahasa Arab interaktif, Muhammad Afief Hamdi Idris melaksanakan kegiatan belajar mengajar di MTs PP Al-Irsyad Kanie, Kecamatan Maritengae, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada 26 dan 31 Januari 2026.
Kegiatan ini melibatkan siswa kelas VII sebagai peserta utama. Program tersebut bertujuan memperkuat pemahaman bahasa Arab sebagai bagian integral dari pendidikan madrasah.
Bahasa Arab tidak hanya diposisikan sebagai mata pelajaran formal, tetapi juga sebagai kunci memahami Al-Qur’an, hadis, serta literatur klasik Islam.
Selain itu, penguasaan bahasa Arab membuka akses terhadap khazanah keilmuan Timur Tengah yang selama berabad-abad menjadi fondasi perkembangan sains, filsafat, kedokteran, dan matematika.
Metode Interaktif Menggantikan Ceramah Konvensional
Dalam pelaksanaannya, Afief menerapkan metode pembelajaran interaktif yang berbeda dari pola ceramah konvensional.
Strategi yang digunakan meliputi diskusi kelompok, permainan kosakata, latihan percakapan sederhana, serta simulasi dialog. Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran yang aktif, bukan sekadar pendengar pasif.
Model pembelajaran komunikatif tersebut mendorong siswa untuk berani bertanya, menyampaikan pendapat, dan mempraktikkan ungkapan bahasa Arab sehari-hari, seperti salam, perkenalan diri, dan percakapan ringan.
Suasana kelas pun berubah menjadi lebih hidup dan dinamis. Selama kegiatan berlangsung, partisipasi siswa meningkat, baik dalam kerja kelompok maupun saat menjawab pertanyaan. Kemampuan mengingat kosakata baru juga terlihat lebih cepat dibandingkan metode hafalan semata.
Secara global, bahasa Arab digunakan oleh lebih dari 400 juta penutur di lebih dari 25 negara dan menjadi salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penguasaan bahasa ini memberikan peluang akademik melalui beasiswa ke Timur Tengah, memperluas akses studi keislaman, serta membuka prospek karier di bidang diplomasi, perdagangan halal, pariwisata religi, dan penerjemahan.
Para pendidik menilai pembelajaran bahasa asing berbasis komunikasi mampu meningkatkan daya ingat, kepercayaan diri, dan empati budaya siswa.
Dalam konteks madrasah, pendekatan ini juga memperkuat pemahaman ibadah dan nilai-nilai spiritual karena siswa memahami makna teks, bukan sekadar melafalkannya.
Afief menegaskan bahwa menumbuhkan keberanian berbicara merupakan tahap krusial dalam pembelajaran bahasa. Menurut dia, kemampuan komunikasi lahir dari praktik berulang, bukan dari hafalan teori semata.
Kepala Desa Kanie, Abdul Majid SE MSi., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN. Ia menilai kehadiran mahasiswa mampu menghadirkan inovasi pembelajaran sekaligus memotivasi siswa untuk lebih percaya diri dalam meraih prestasi akademik.
Program “Pembelajaran Bahasa Arab Interaktif” ini menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak berhenti pada pengabdian seremonial, tetapi berperan nyata sebagai mitra strategis sekolah dalam membangun generasi muda desa yang aktif, literat, religius, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)
Menanam Semangat, Merajut Ilmu: Mahasiswa Unhas Berbagi Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab di MTs PP Al-Irsyad Kanie, Sidrap. Langkah kecil untuk menghidupkan kecintaan santri terhadap bahasa Al-Qur'an. (dok Muhammad Afief Hamdi Idris)








