MAKASSAR, UNHAS.TV - Tradisi berburu takjil kembali semarak di sekitar kampus Universitas Hasanuddin selama Ramadan. Sejak sore hari, mahasiswa memadati ruas Jalan Pendidikan Pintu 0 dan Jalan Sahabat untuk mencari hidangan berbuka.
Di antara deretan pedagang, lapak jualan Pentol Salome milik Hanoi menjadi salah satu yang paling ramai diserbu.
Sejak pukul 16.00 Wita, Hanoi mulai menata gerobaknya di tepi jalan. Aroma kuah dan bumbu kacang yang khas segera menguar, menarik perhatian mahasiswa yang melintas.
Usaha ini ia rintis sejak 2017 dengan berjualan keliling di sekitar fakultas. Saat itu, ia berpindah-pindah tempat mengikuti arus mahasiswa karena belum memiliki nama dagang tetap.
“Kalau Salome-nya mulai 2020, sebelum itu belum ada namanya,” ujar Hanoi.
Sejak menggunakan nama Pentol Salome dan menambah variasi menu, dagangannya kian dikenal. Terutama saat Ramadan, ketika permintaan takjil melonjak tajam.
Pentol Salome menawarkan beragam isian. Mulai dari bakso isi keju, mercon bercita rasa pedas, telur, hingga varian seafood seperti kerang dan cumi. Ada pula bakso hati dan tekstur kasar yang menjadi pilihan pelanggan setia.
Bebas Pilih Sambal
Untuk melengkapi nikmatnya Bakso Salome, pembeli dapat memilih bumbu kacang, lombok kuning, kecap, saus sambal, atau saus tomat, lengkap dengan taburan daun seledri serta bawang goreng.
“Pentol Salome itu menjual bakso yang terdiri dari bakso keju, ada telur, kotak, pedas, kerang, kasar, hati,” kata Hanoi menjelaskan.
Menurut dia, varian isi keju, mercon, dan telur menjadi yang paling banyak diminati mahasiswa.
Dalam keseharian di luar Ramadan, Hanoi berjualan hingga pukul 22.00 malam.
Ia biasanya memulai dari pinggir fakultas, berhenti sejenak saat waktu magrib untuk salat, lalu kembali mangkal hingga malam. Namun selama Ramadan, pembeli cenderung memadati lapak menjelang waktu berbuka puasa.
Hanoi mengakui, pada hari-hari awal Ramadan tahun ini, penjualan belum menunjukkan peningkatan signifikan. Sebagian mahasiswa masih menjalani masa libur.
“Hari pertama belum bagus. Nanti setelah mahasiswa masuk hari Senin baru penjualan bagus, alhamdulillah,” ujarnya.
Meski begitu, ia bersyukur tren penjualan terus membaik seiring aktifnya kembali perkuliahan. Ramadan menjadi momentum penting untuk mendongkrak omzet.
Ia berharap penjualan tahun ini lebih baik dari sebelumnya. “Harapannya supaya banyak, omzetnya bertambah dan berkah,” tutur Hanoi.
Harga Terjangkau Kantong Mahasiswa
Bagi mahasiswa, Pentol Salome bukan sekadar jajanan biasa. Harganya relatif terjangkau untuk kantong anak kos, dengan pilihan rasa yang beragam.
Kombinasi tekstur kenyal, isian melimpah, dan bumbu yang kuat membuatnya menjadi alternatif takjil yang praktis sekaligus mengenyangkan.
Di tengah ramainya persaingan kuliner musiman Ramadan, kehadiran Pentol Salome membuktikan bahwa inovasi sederhana dan konsistensi berjualan mampu menciptakan pelanggan setia.
Setiap sore, gerobak kecil itu menjadi saksi antrean mahasiswa yang menunggu giliran, menghitung menit menuju azan magrib.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
PENTOL SALOME - Pemilik Pentol Salome Hanoi saat menjajakan dagangannya di Jl Sahabat, lingkungan Kampus Unhas, Kamis (26/2/2026). (unhas tv/venny septiani)






-300x240.webp)

