Pojok Publik
Program

Keluarga Berkualitas Tak Bisa Instan, BKKBN Tekankan Peran Indeks Pembangunan

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati ST MEng. (Unhas TV / Andrea Ririn Karina)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Upaya menciptakan keluarga berkualitas terus didorong pemerintah melalui berbagai program. Salah satunya melalui Indeks Pembangunan Keluarga yang menjadi indikator penting dalam menilai kesejahteraan dan keharmonisan keluarga.

Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus mendorong terwujudnya keluarga berkualitas dengan berbagai indikator, salah satunya melalui Indeks Pembangunan Keluarga.

Indeks ini mencakup berbagai aspek, mulai dari ketenteraman dalam rumah tangga, kejelasan status hukum keluarga, hingga pemenuhan hak-hak dasar seperti kartu keluarga dan akta kelahiran anak.

Ketenteraman menjadi salah satu faktor penting. Kondisi keluarga yang tidak harmonis, seperti pernikahan tidak tercatat atau hubungan yang tidak stabil, dinilai dapat memengaruhi kualitas keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati ST MEng, menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Keluarga terdiri dari banyak variabel yang saling berkaitan.

“Indeks Pembangunan Keluarga menjadi acuan untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Ada banyak variabel yang memengaruhi, salah satunya ketenteraman dalam keluarga," ujar Fatmawati.

"Bagaimana kita bisa berkualitas jika tidak ada ketenteraman, misalnya dalam kondisi pernikahan yang tidak tercatat atau hubungan yang tidak stabil. Selain itu, pemenuhan hak dasar seperti kepemilikan kartu keluarga juga penting karena berpengaruh pada akses anak terhadap akta kelahiran," lanjutnya.

Oleh karena itu, sebut Fatmawati, sebelum menikah diperlukan kesiapan mental, fisik, finansial, dan sosial. Jika tidak ada kesiapan finansial atau simpanan, maka keluarga tersebut berpotensi masuk dalam kategori keluarga rentan.

Selain itu, BKKBN juga menggaungkan program prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Program ini menyasar calon ayah hingga para ayah di berbagai komunitas untuk meningkatkan peran dalam pengasuhan anak.

Melalui edukasi dan sosialisasi, para ayah diajak untuk hadir dalam setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Program ini diharapkan dapat memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi berkualitas.

(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)