MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin atau Unhas merampungkan final submission UI GreenMetric World University Rankings 2026, Kamis (9/7/2026).
Penyelesaian dokumen ini menjadi bagian dari komitmen Unhas memperkuat posisi sebagai kampus berkelanjutan di tingkat global.
Bagi Unhas, proses pengisian dan pengiriman data UI GreenMetric tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif.
Kampus ini menerapkan pendekatan berbasis sains untuk memastikan seluruh data pengelolaan lingkungan disusun secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui prinsip evidence-based management, setiap indikator keberlanjutan melewati proses validasi. Indikator tersebut mencakup pengelolaan energi, limbah, transportasi, tata ruang, digitalisasi, hingga tata kelola kampus. Validasi dilakukan agar data yang dikirim benar-benar mencerminkan kondisi aktual di lingkungan Unhas.
Pada siklus 2026, UI GreenMetric mengusung tema “Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance”.
Tema ini menandai perubahan cara pandang terhadap kampus hijau. Perguruan tinggi tidak lagi hanya dinilai dari luas ruang terbuka hijau, tetapi juga dari tata kelola yang transparan, sistem digital yang terintegrasi, dan kinerja keberlanjutan yang terukur.
Ketua Tim UI GreenMetric Unhas, Prof Dr Ir Arifuddin Akil MT mengatakan keaslian data menjadi hal utama dalam pemeringkatan internasional tersebut. Menurut dia, setiap bukti pendukung harus diverifikasi sebelum disampaikan.
“Setiap bukti dukung melalui proses verifikasi agar benar-benar mencerminkan kondisi aktual implementasi keberlanjutan di lingkungan Unhas,” kata Arifuddin.
Ia menilai pengambilan keputusan berbasis data akan menjadi dasar penting bagi Unhas dalam menyusun strategi keberlanjutan kampus ke depan.
Data yang akurat, kata dia, dapat menjadi kompas untuk menentukan kebijakan yang lebih tepat dalam menghadapi tantangan lingkungan dan krisis iklim.
Penyusunan dokumen UI GreenMetric 2026 juga melibatkan kolaborasi lintas fakultas dan unit kerja. Pengelola energi, tim pengolah limbah, penyedia transportasi internal, unit teknologi informasi, serta berbagai unsur kampus ikut terlibat dalam proses pengumpulan dan validasi data.
Sekretaris Universitas Hasanuddin (Sekun), Prof Dr Eng Amiruddin SSi MSi mengatakan kolaborasi tersebut menjadi modal penting bagi Unhas dalam membangun kampus yang ramah lingkungan.
Ia berharap hasil penilaian tahun ini tidak hanya memperbaiki posisi Unhas dalam pemeringkatan internasional, tetapi juga memperkuat kontribusi kampus terhadap pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs.
“Kami berharap hasil penilaian tahun ini tidak hanya meningkatkan posisi Unhas dalam pemeringkatan internasional, tetapi juga memperkuat kontribusi Unhas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals,” kata Amiruddin.
UI GreenMetric adalah pemeringkatan universitas dunia yang diprakarsai oleh Universitas Indonesia pada tahun 2010 untuk menilai komitmen keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan kampus. Sistem ini membandingkan upaya penghijauan dan keberlanjutan institusi pendidikan tinggi secara global.
Komponen penilaian meliputi; Penataan dan Infrastruktur (Setting and Infrastructure), Energi dan Perubahan Iklim (Energy and Climate Change), Pengelolaan Limbah (Waste), Penggunaan Air (Water), Transportasi (Transportation), Pendidikan dan Penelitian (Education and Research), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). (*)
UI GREENMETRIC - Universitas Hasanuddin (Unhas) merampungkan final submission UI GreenMetric World University Rankings 2026, Kamis (9/7/2026). (Dok Humas Unhas)








