BAGHDAD, UNHAS.TV - Dua kapal tanker minyak meledak hebat setelah diserang oleh perahu Iran yang membawa bahan peledak, memaksa awak kapal berlarian menyelamatkan diri, Selasa (10/3/2026) malam.
Kejadian tersebut terjadi di perairan wilayah Irak dan menimbulkan kepanikan di jalur pelayaran vital Teluk Persia.
Video yang beredar menunjukkan asap hitam membumbung tinggi dari kapal-kapal yang membawa minyak mentah Irak.
Di bawahnya, api membakar muatan berharga kapal-kapal tersebut, menciptakan pemandangan mengerikan yang menjadi bukti besarnya dampak serangan.
Farhan al-Fartousi, Direktur Jenderal General Company for Ports Irak, menyatakan, “Dua kapal asing yang membawa minyak bahan bakar Irak menjadi sasaran serangan tidak dikenal di dalam perairan teritorial, menyebabkan keduanya terbakar.”
Ditulis The Sun, Farhan menambahkan, kapal-kapal tersebut diserang oleh perahu Iran yang dilengkapi bahan peledak.
Serangan ini menewaskan satu awak kapal dan memicu respons cepat dari pihak berwenang Irak. Tim darurat segera mengevakuasi seluruh kru dari kedua kapal.
“Sebanyak 25 orang berhasil dievakuasi dengan selamat,” kata al-Fartousi, menekankan upaya penyelamatan berlangsung saat api masih berkobar hebat.
Akibat insiden tersebut, semua pelabuhan minyak Irak dinyatakan “berhenti beroperasi sepenuhnya”. Meski demikian, pelabuhan komersial lainnya tetap berfungsi normal.
Pihak berwenang menekankan bahwa langkah-langkah keamanan tambahan diterapkan untuk mencegah kebakaran meluas dan memastikan keselamatan jalur pelayaran.
Peristiwa ini merupakan bagian dari serangkaian serangan yang menggunakan drone dan kapal kecil terhadap kapal tanker sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran meningkat.
Ancaman Bagi Kapal
Ahli maritim menilai penggunaan taktik ini merupakan ancaman baru bagi kapal yang melintas di jalur penting Teluk Persia, terutama di sekitar Selat Hormuz.
Insiden serupa sebelumnya terjadi pada 1 Maret, ketika tanker minyak mentah MKD VYOM berbendera Kepulauan Marshall dihantam oleh kapal tak berawak di lepas pantai Oman. Ledakan tersebut menewaskan satu awak kapal dan memicu kebakaran di ruang mesin.
Beberapa hari kemudian, kapal kecil menabrak tanker minyak berbendera Bahama di dekat pelabuhan Khor al Zubair, Irak. Seluruh 23 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.

Lokasi kapal tanker yang terbakar akibat seragan drone di perairan Irak, Selasa (10/3/2026). (the sun)
Para analis menilai, serangan-serangan ini bagian dari kampanye tekanan ekonomi Iran untuk mendorong harga minyak mendekati US$ 200 per barel. Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti akibat ancaman serangan dan intimidasi terhadap kapal-kapal asing.
Banyak kapal memilih mematikan sistem pelacak atau mengubah rute untuk menghindari bahaya yang semakin meningkat.
Kejadian terbaru ini menegaskan risiko besar bagi perdagangan energi global dan keamanan maritim di kawasan Timur Tengah.
Negara-negara pengirim minyak kini harus mempertimbangkan langkah-langkah tambahan, termasuk pengawalan militer dan rerouting kapal, untuk menjaga kelancaran pasokan minyak dan keselamatan awak kapal.
Sementara itu, pemerintah Irak bersama pihak berwenang maritim internasional terus memantau situasi dan menekankan pentingnya koordinasi untuk menekan eskalasi konflik.
Ledakan di tanker ini menjadi peringatan nyata bahwa jalur pelayaran Teluk Persia tetap rentan terhadap aksi militer dan sabotase yang berdampak langsung pada pasokan energi dunia. (*)
Kapal Tanker terbakar dahsyat di perairan Irak setelah terkena drone, Selasa (10/3/2026). (the sun)




 MHPE (1)-300x169.webp)



