Internasional

Mantan Wakil Menlu Keluarkan 4 Lampu Kuning untuk Indonesia di Board of Peace

MENLU - Mantan Wakil Menlu Dino Patti Djalal mengingatkan pemerintah mengenai keterlibatan Indonesia di Board of Peace yang digagas dan dibentuk oleh Donald Trump.

MAKASSAR, UNHAS.TV - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk lebih berhati-hati atas keterlibatan Indonesia di Board of Peace yang digagas dan dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Davos.

Melalui video yang dipasang di akun X, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini memberikan analisa politik. Dino memberikan empat lampu kuning dan enam saran untuk Pemerintah Indonesia demi prinsip politik Bebas Aktif Indonesia.

Adapun empat lampu kuning pertama yakni (1) Piagam Board of Peace tidak ada referensi mengenai Palestina atau Gaza dan ini membingungkan karena gagasan Board of Peace justru dilahirkan dalam 20-Point Plan yang dihasilkan untuk mencapai perdamaian di Gaza.

"Dalam kenyataannya, wujud Board of Peace yang kemudian ditandatangani di Davo, berbeda dari yang dimandatkan oleh PBB," ucapnya.

Dino juga meminta pemerintah untuk melihat isi dari pasal-pasal mengenai Board of Peace yang justru mengarah menjadi organisasi internasional yang dikendalikan pribadi oleh Donald Trump sebagai Chairman Board of Peace dan masa jabatan Donald Trump tidak ada batasnya.

"Jadi semuanya terserah Donald Trump. Sangat hirarkis. Tidak ada unsur kesetaraan antara Donald Trump dan anggota Board of Peace," ucap Dino.

Dino juga mengingatkan Pemerintah Indonesia mengenai karakter Donald Trump yang tidak bisa menerima kritikan. "Lampu kuning kedua adalah surat Presiden Donald Trump kepada Perdana Menteri Kanada Mark Carney yang intinya membatalkan undangan untuk bergabung dalam Board of Peace. Ini tentunya karena Presiden Donald Trump merasa tersinggung atas kritik Perdana Menteri Mark Carney terhadap dirinya di Davos. Ini artinya Trump menganggap Board of Peace itu sebagai klub miliknya di mana ia yang menentukan segalanya. Semuanya berdasarkan like and dislike."