Budaya
News

MTQ Makassar 2026 Dibuka Lewat Audisi Terbuka, Peserta se-Sulawesi Selatan Bisa Ikut

MTQ MAKASSAR - Bagian Kesra Pemerintah Kota Makassar membuka pendaftaran MTQ Tingkat Kota Makassar 2026 dengan konsep audisi terbuka, mulai Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini memberi kesempatan masyarakat se-Sulawesi Selatan mengikuti 28 cabang lomba Al-Qur’an. (Dok Kesra Pemkot)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah Kota Makassar membuka pendaftaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Makassar Tahun 2026 dengan konsep berbeda.

Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), pemerintah kota mengubah mekanisme seleksi menjadi audisi terbuka yang memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan ikut berkompetisi.

Kepala Bagian Kesra Kota Makassar Mohammad Syarief mengatakan pendaftaran MTQ 2026 berlangsung mulai 3 hingga 31 Oktober 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara daring dan tidak dipungut biaya.

“Ajang MTQ ini semacam audisi. Tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Makassar, tetapi juga terbuka bagi seluruh masyarakat se-Sulawesi Selatan,” kata Syarief, Minggu (4/10/2026).

Perubahan sistem tersebut, menurut Syarief, merupakan hasil evaluasi bersama Kementerian Agama dan Dewan Hakim yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan MTQ.

Pemerintah Kota Makassar ingin menghapus batasan administratif yang sebelumnya membatasi ruang bagi peserta untuk tampil.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, peserta harus mewakili wilayah kecamatan masing-masing. Namun, melalui konsep audisi terbuka, setiap individu kini dapat mendaftarkan diri berdasarkan kemampuan yang dimiliki.

“Kalau sebelumnya peserta harus mewakili kecamatan, sekarang tidak ada lagi pembatasan seperti itu. Seluruh sekolah, pondok pesantren, organisasi masyarakat, masjid, hingga perwakilan RT dan RW bisa mengirimkan pesertanya,” ujar Syarief.

Sebanyak 28 cabang lomba akan dipertandingkan dalam MTQ tahun ini dengan kategori putra dan putri. Cabang-cabang tersebut mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan kemampuan membaca, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Melalui sistem audisi, panitia berharap seluruh peserta memiliki peluang yang sama untuk bersaing. Mekanisme tersebut juga diharapkan menjadi ruang pencarian bakat baru, khususnya dari kalangan generasi muda yang selama ini belum memiliki kesempatan tampil dalam ajang keagamaan tingkat kota.

Syarief memperkirakan jumlah peserta MTQ 2026 akan meningkat signifikan. Pada pelaksanaan sebelumnya, jumlah peserta berada di kisaran 600 orang. Dengan dibukanya kesempatan bagi masyarakat luas, jumlah peserta diproyeksikan dapat mencapai ribuan orang.

“Tidak ada lagi sekat yang membatasi kemampuan anak-anak kita. Melalui audisi ini, potensi dan kreativitas mereka bisa semakin tergali,” katanya.

Pendaftaran dilakukan melalui tautan atau kode QR yang tersedia dalam flyer resmi kegiatan. Panitia juga menyiapkan layanan admin untuk membantu calon peserta yang mengalami kendala selama proses pendaftaran.

Selain kesempatan berkompetisi, panitia menyediakan hadiah bagi peserta yang berhasil meraih prestasi.

Pelaksanaan MTQ Tingkat Kota Makassar 2026 dijadwalkan berlangsung pada November mendatang dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar tahun 2026.

Sejumlah lokasi tengah dipertimbangkan sebagai tempat penyelenggaraan, antara lain Masjid Raya Makassar, Masjid Al-Markaz Al-Islami, Masjid Muawanah RRI, serta Masjid Balai Kota Makassar.

Menurut Syarief, penentuan lokasi akan mempertimbangkan kapasitas dan kenyamanan peserta maupun masyarakat. Hal itu menyusul potensi meningkatnya jumlah peserta akibat penerapan konsep audisi terbuka.

Waktu dan lokasi pembukaan resmi masih menunggu arahan pimpinan. Namun, pemerintah berharap MTQ 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, melainkan juga wadah pembinaan, pencarian bakat, dan penguatan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. (*)