Lingkungan
Mahasiswa

Musim Kemarau Air Bersih Sulit, Mahasiswa Ramsis Unhas Siasati dengan Air Galon



KEKURANGAN AIR - Suasana Asrama Mahasiswa (Ramsis) Putri di Ramsis Unit 3, Kampus Unhas, Selasa (8/9/2026). Ramsis mengalami kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dalam musim kemarau tahun ini. (Unhas TV/Athirah)


Selain melakukan antisipasi secara mandiri, mahasiswa berharap adanya informasi dari pengelola apabila terjadi penghentian aliran air.

Rian berharap pemberitahuan dapat diberikan sebelum air dimatikan agar mahasiswa memiliki waktu untuk menyiapkan persediaan.

“Semoga kalau air akan dimatikan, diberikan informasi terlebih dahulu supaya ada persiapan. Jadi, tidak bingung mencari air dan tidak kesulitan ketika air mati. Menurut saya, sebaiknya diberitahukan terlebih dahulu dari pengelola,” ujar Rian.

Jelita mengatakan mahasiswa juga dapat melaporkan kondisi air kepada petugas apabila mengalami kendala. Menurutnya, laporan tersebut sejauh ini mendapat respons yang baik.

“Untuk mengatasinya, saya biasanya bertanya atau melapor kepada petugas. Alhamdulillah, sejauh ini laporan saya direspons dengan baik,” katanya.

Sementara Vista berharap ketersediaan air di Ramsis tetap terjaga meskipun memasuki musim kemarau.

“Harapannya, meskipun sedang musim kemarau, air yang ada di Ramsis tetap bisa mengalir. Walaupun alirannya kecil, semoga setiap hari air tetap tersedia sehingga kami bisa menyimpan cadangan untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Bagi mahasiswa yang tinggal di Ramsis, menampung air sejak malam, mengambil air dari blok lain, hingga membeli air galon menjadi sejumlah cara yang dilakukan untuk memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi selama menjalani aktivitas perkuliahan.

(Husnul Hatima / Mustika Syaharuddin / Unhas TV)