SANTOS, UNHAS.TV – Neymar mengeluarkan pernyataan keras di media sosial setelah kembali menjadi sasaran cemoohan suporter Santos.
Pemain bintang asal Brasil berusia 34 tahun ini tidak bisa menahan emosinya setelah timnya kalah 3-2 dari Fluminense pada pertandingan Minggu (19/4/2026) malam. Kejadian tersebut semakin memperburuk kembalinya Neymar ke klub masa kecilnya.
Setelah pertandingan yang berakhir dengan kekalahan, Neymar yang mencetak satu gol untuk Santos, berjalan menuju lorong stadion dengan tangan tertekuk di telinga sebagai bentuk protes atas teriakan boo yang diterimanya.
Meski para penggemar menganggap itu sebagai gestur yang provokatif, Neymar dengan tegas membantah bahwa ia sengaja melakukannya untuk menutupi suara cemoohan tersebut.
Melalui akun X miliknya, Neymar menuliskan, "Hari ini saya harus menjelaskan tentang GORENGAN TELINGA! Sejujurnya, kalian terlalu keras dan sudah melewati batas… sangat menyedihkan harus menghadapi ini! Tidak ada manusia yang bisa bertahan dengan perlakuan seperti ini!"
Kekalahan tersebut semakin memperburuk posisi Santos yang kini terdampar di peringkat 15 klasemen liga, sebuah pencapaian yang jauh dari harapan para penggemarnya.
Selain itu, Santos juga gagal tampil impresif di kompetisi Conmebol Sudamericana, yang merupakan liga Eropa-nya Amerika Selatan.
Setelah bermain imbang 1-1 melawan Recoleta dari Paraguay pekan lalu, Neymar meluapkan emosinya dalam sebuah adu argumen dengan seorang suporter Santos.
Dalam rekaman yang ditayangkan ESPN, Neymar menunjukkan logo Santos di dadanya dan kemudian menunjuk ke seorang suporter, berkata, "Kamu seharusnya berlatih lebih keras. Kamu b*****g gemuk."
Tak hanya itu, Neymar juga menambahkan dengan nada tinggi, "Haruskah saya melakukan semuanya sendiri? Diamkan mulutmu, tolong!"
Di zona campuran setelah pertandingan, Neymar mengungkapkan kekecewaannya, "Saya sangat kesal dengan semuanya, dengan apa yang saya dengar dari beberapa suporter. Ini bukan soal penampilan saya, tapi soal saya sebagai pribadi, soal apa yang diposting media, tentang hal-hal yang keluar di media."
Kembalinya Neymar ke Santos, yang merupakan klub tempatnya memulai karier profesional, tidak berjalan mulus.
Sejak pindah dari Paris Saint-Germain pada awal tahun ini, eks pemain Barcelona itu berharap dapat membawa Santos kembali ke jalur kemenangan, namun kenyataan berkata lain.
Masalah ini semakin rumit karena Neymar belum membela tim nasional Brasil sejak 2023 dan berusaha keras untuk kembali dipanggil ke Selecao menjelang Piala Dunia yang akan datang.
Namun, dengan waktu yang semakin terbatas untuk menunjukkan performa terbaiknya, Neymar kini menghadapi tantangan berat untuk memenuhi harapan pelatih Carlo Ancelotti yang mengawasi jalannya seleksi pemain untuk timnas Brasil.
Neymar pun tampaknya harus segera menemukan solusi untuk mengatasi ketegangan baik di level klub maupun internasional, jika ingin kembali ke panggung Piala Dunia.
Drama ini menunjukkan betapa rumitnya perjalanan Neymar di Santos, yang tidak hanya berhadapan dengan masalah di lapangan, tetapi juga dengan tekanan luar biasa dari penggemar yang dulunya sangat memujanya. Kini, masa depan Neymar di Santos dan timnas Brasil semakin dipertaruhkan. (*)
Neymar memiliki hubungan kurang harmonis dengan fans Santos setelah gagal membawakan kemenangan dalam laga kontra Fluminense. (The Sun/Shutterstock)






-300x169.webp)

