Internasional

Nithya Raman Tumbangkan Petahana, Ukir Sejarah sebagai Wali Kota Los Angeles Keturunan Asia Selatan

WALI KOTA - Kandidat wali kota Los Angeles, Nithya Raman, berbicara dalam sebuah acara malam pemilihan di Los Angeles, California, pada 3 November 2026. Nithya Raman akhirnya terpilih sebagai Wali Kota LA setelah menumbangkan Karen Bass dengan suara 52 persen. (Screenshot Al Jazeera)

LOS ANGELES, UNHAS.TV – Nithya Raman mengalahkan petahana Karen Bass dalam pemilihan wali kota Los Angeles, Amerika Serikat, Kamis (5/11/2026).

Kemenangan anggota Dewan Kota Los Angeles berusia 45 tahun itu menjadikannya perempuan keturunan Asia Selatan pertama yang memimpin kota terbesar kedua di Amerika Serikat tersebut.

Associated Press menyatakan Raman sebagai pemenang setelah perolehan suaranya mencapai 52 persen. Hasil itu sekaligus mengakhiri upaya Karen Bass mempertahankan jabatan untuk periode berikutnya.

Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi seorang wali kota Los Angeles yang kembali mencalonkan diri dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Kemenangan Raman cukup mengejutkan karena Bass memperoleh dukungan sejumlah tokoh penting Partai Demokrat.

Di antaranya Gubernur California Gavin Newsom, mantan Wakil Presiden Kamala Harris, dan mantan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi.

Namun, dukungan politik tersebut tidak mampu mempertahankan posisi Bass di tengah meningkatnya tuntutan perubahan dari masyarakat Los Angeles.

Raman mendapat dukungan Democratic Socialists of America (DSA), organisasi politik berhaluan sosialis demokrat yang semakin memperluas pengaruhnya dalam politik Amerika Serikat.

Kemenangannya menjadi bagian dari peningkatan jumlah kandidat yang berafiliasi dengan gerakan tersebut dalam pemilihan sela tahun ini.

DSA mengklaim telah berkontribusi terhadap sedikitnya 300 pencalonan dan referendum dalam pemilihan sela. Organisasi itu memperkirakan sekitar 105 di antaranya berhasil memperoleh kemenangan.

Sejumlah kandidat yang didukung DSA juga berhasil memenangkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, termasuk Darializa Avila Chevalier, Claire Valdez, Melat Kiros, dan Chris Rabb.

Kemenangan Raman menyusul keberhasilan Zohran Mamdani, politikus sosialis demokrat yang memenangkan pemilihan wali kota New York tahun lalu.

Dua kemenangan tersebut memperlihatkan semakin besarnya ruang bagi kelompok progresif dalam kontestasi politik di kota-kota besar Amerika Serikat.

Raman lahir di India dan pernah bekerja sebagai perencana kota sebelum terjun ke politik. Ia sebelumnya merupakan sekutu Bass dan sempat menyatakan dukungan terhadap pencalonan kembali wali kota petahana tersebut.

Namun, Raman berubah haluan dan mengumumkan pencalonannya sendiri pada Februari 2026, hanya beberapa jam sebelum batas akhir pendaftaran kandidat.

Dalam pidato kemenangannya, Raman berjanji membangun kembali Los Angeles menjadi kota yang lebih kreatif, ambisius, dan memiliki peluang ekonomi bagi masyarakat. Ia menilai pemerintahan sebelumnya terlalu lama mempertahankan kebijakan yang gagal menjawab persoalan warga.

“Sudah terlalu lama status quo yang rusak dan tidak adil membuat warga Los Angeles percaya bahwa inilah kondisi terbaik yang bisa kita capai,” kata Raman di hadapan para pendukungnya.

Ia menjanjikan perluasan perumahan terjangkau, perbaikan pelayanan publik yang selama ini terabaikan, serta pendekatan berbeda dalam menangani tunawisma.

Raman berencana menambah tim medis lapangan untuk membantu warga yang hidup tanpa tempat tinggal agar memperoleh layanan kesehatan dan penanganan yang memadai.

Ia juga mengusulkan pergantian kepala kepolisian Los Angeles. Raman menyoroti kekhawatiran mengenai kerja sama kepolisian setempat dengan otoritas imigrasi federal yang berpotensi menimbulkan persoalan bagi komunitas imigran.

Tantangan Raman tidak ringan. Ia akan memimpin kota berpenduduk lebih dari 3,8 juta jiwa yang masih menghadapi persoalan perumahan, tunawisma, dan kualitas pelayanan publik.

Pemerintahannya juga harus mempersiapkan Los Angeles menjadi tuan rumah Olimpiade 2028 yang dijadwalkan berlangsung mulai Juli.

Sementara itu, Bass menerima kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada Raman melalui pernyataan resmi. Ia menyatakan siap membantu proses peralihan pemerintahan agar berlangsung lancar.

Kekalahan Bass terjadi setelah empat tahun pemerintahannya mendapat kritik, terutama terkait krisis tunawisma dan penanganan kebakaran Palisades yang menghancurkan sejumlah kawasan di Los Angeles. Kebakaran tersebut terjadi ketika Bass sedang berada di luar negeri.

Empat tahun sebelumnya, Bass mencatat sejarah sebagai perempuan kulit hitam pertama yang menjabat wali kota Los Angeles.

Kini, Raman akan meneruskan kepemimpinan kota itu dengan mandat politik baru dan tuntutan untuk membuktikan janji kampanyenya. (*)