Mahasiswa
Pendidikan

Pascasarjana Unhas Gelar Program Catalyst, Dorong Akselerasi Publikasi Ilmiah

PELATIHAN - Sekolah Pascasarjana (SPs) Unhas menggelar mengikuti Pelatihan Literature Review di Ruang Rapat GB 2 SPs Unhas, Makassar, Senin (24/8/2026). Kegiatan lima hari ini digelar untuk mendorong peningkatan publikasi ilmiah melalui Program Catalyst Unhas. (Unhas TV / Yusril)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin menggelar Pelatihan Literature Review dan Koordinasi Pelaksanaan Program Catalyst sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan publikasi ilmiah di lingkungan Universitas Hasanuddin.

Kegiatan berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat, 24–28 Agustus 2026, di Ruang Rapat GB 2 Lantai 2 Sekolah Pascasarjana Unhas, dengan agenda pelatihan mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.

Program Catalyst merupakan salah satu program unggulan Rektor Universitas Hasanuddin yang diarahkan sebagai upaya akselerasi peningkatan jumlah publikasi.

Program tersebut muncul dari perhatian terhadap jumlah mahasiswa program magister dan doktor yang dinilai belum sebanding dengan produktivitas publikasi yang dihasilkan.

Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof Sukri Palutturi SKM MKes MScPH PhD menjelaskan bahwa Program Catalyst diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas publikasi di Universitas Hasanuddin.

“Gagasan ini berangkat dari banyaknya mahasiswa program Pascasarjana, program magister, dan program doktor,” ujar Prof. Sukri.

"Ternyata Pak Rektor melihat bahwa tidak sebanding antara jumlah mahasiswa program magister dan doktor ini dengan hal publikasi. Karena itu, ini adalah salah satu program unggulan dari Pak Rektor yang kita sebut sebagai Program Catalyst," lanjutnya.

Menurutnya, Program Catalyst dapat diterjemahkan sebagai upaya akselerasi untuk meningkatkan jumlah publikasi di Universitas Hasanuddin.

Sekolah Pascasarjana juga dinilai memiliki posisi strategis dalam upaya tersebut karena seluruh mahasiswa yang dikelola merupakan mahasiswa program magister dan doktor.

“Sejatinya Pascasarjana menjadi contoh dalam hal publikasi. Karena di Sekolah Pascasarjana semua mahasiswa S2, S3 yang kita kelola ini tidak ada mahasiswa S1 yang kita kelola,” jelasnya.

Pelatihan Catalyst Dorong Penyusunan Draft Publikasi

Pelaksanaan Program Catalyst tidak hanya berfokus pada pemberian materi, tetapi juga diarahkan pada proses penyusunan publikasi secara bertahap.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai penentuan topik, judul, research gap, novelty, penyusunan research question, hingga pencarian pada database bereputasi dan penetapan filter dokumen.

Pada tahap berikutnya, peserta diperkenalkan dengan sejumlah perangkat pendukung seperti Tableau, VOSviewer, dan Elicit. Pelatihan juga mencakup skrining data, information retrieval, ekspor metadata, data cleaning, deduplikasi, seleksi dan kurasi literatur, hingga data extraction dan evidence mapping.

Selanjutnya, peserta diarahkan menyusun bagian introduction, methods, results, synthesis, discussion, future direction, dan conclusion. Materi juga mencakup bibliometric/network analysis, ilustrasi menggunakan Tableau, penulisan hasil berdasarkan tema, hingga rencana tindak lanjut.

Pemateri, Dr Andi Nilawati Usman SKM MKes menjelaskan bahwa rangkaian pelatihan diarahkan untuk menghasilkan draft paper yang siap disubmit.

“Setelah kita menemukan trend, gaps, novelty, dan research question, kita akan melakukan analisis terhadap masalah yang sudah ditemukan tadi. Setelah itu, akan ada narrative review. Keseluruhan hasil tersebut nantinya akan dibentuk menjadi satu draft paper yang siap untuk disubmit,” jelasnya.

Menurut Nilawati, peserta dapat menyiapkan draft dalam waktu enam hari, sebelum dilakukan penyempurnaan lebih lanjut.

“Harapannya, kombinasi antara natural thinking yang dimiliki oleh dosen dengan bantuan AI dapat mempercepat proses publikasi. Dalam enam hari, kita bisa menyiapkan draft. Setelah itu, tentu masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki dengan natural thinking dan critical thinking dari dosen. Setelah diperbaiki, paper tersebut diharapkan siap disubmit ke jurnal bereputasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan dapat membantu proses publikasi, baik pada saat pelatihan maupun setelah pelatihan.

“Jadi, harapannya program ini dapat membantu proses publikasi, baik pada saat pelatihan maupun setelah pelatihan,” lanjutnya.

AI Jadi Alat Bantu Percepat Proses Publikasi

>> Baca Selanjutnya